Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Pembelajaran

Fase Vakum

Dikarenakan banjir yang menimpa lokasi BB di daerah Baleendah tiap tahunnya menyebabkan BB sempat vakum hampir 2 tahun yaitu pertengahan tahun 2010 sampai akhir 2011. Saat itu sebagian buku-buku kami ikut rusak terkena air banjir. Namun sebagian besar masih bisa terselamatkan. Kami bisa mendapatkan lokasi baru pada awal tahun 2012. Pada akhir Februari 2012 kami resmi membuka BB lagi di daerah Ciparay, Kab. Bandung. Ini lokasi sekarang.

Berhenti Berharap

Berhenti berharap sama dengan berhenti bernafas. Jika bagi manusia itu akan berakibat matinya jiwa maka bagi dunia pendidikan berhenti berharap adalah sama dengan matinya peradaban. Tapi tak ada istilah berhenti bernafas bagi para aktifis pendidikan, khususnya penggiat kepustakaan. Buktinya apa? Hari Rabu, 25 Februari 2009 diadakan Seminar Literasi Nasional yang memaparkan banyak sekali harapan baru bagi tumbuh kembangnya dunia pustaka yang berarti pencerahan bagi peradaban Indonesia. Nah, Beranda Buku bersyukur bisa hadir sebagai salah satu undangan dalam acara tersebut. Acara ini diisi oleh Ibu Hj. Diah Nurwitasari (DPRD JABAR), Bpk. Asep Hilman (Dinas Pendidikan), Bpk. Suherman, M.Si, Bpk. Romi Satrio Wihono dan Ibu Tunik seorang penggiat perpustakaan di Surabaya. Masing-masing pembicara mengulas banyak hal baru baik itu informasi tentang keberpihakan Pemerintah Provinsi terhadap perpustakaan ataupun wacana tentang kultur baca dan perkembangan teknologi dalam bidang kepustakaan. I...

Bina Teknis Perpustakaan

H ari Minggu, Tanggal 25 Mei 2008, kami mengadakan kegiatan pelatihan Bina Teknis Perpustakaan bagi para pustakawan Beranda Buku, bertempat di Perpustakaan Beranda Buku. Kegiatan dimulai pukul 09.00 - 13.00 wib. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Beranda Buku dengan pihak FKP-Foundation yang diwakili oleh Pak Wirman yang bertindak sebagai Manager dari Library Development Programme. Para Pustakawan kami diberi pengarahan teknis oleh pemateri Anggi Hafiz Al Hakam dan Waluyo. Keduanya merupakan lulusan S1 Ilmu Informasi dan Perpustakaan FIKOM UNPAD tahun 2004. Kini keduanya dengan dimotori oleh Anggi menjalankan perusahaan konsultasi Perpustakaan yang dinamakan Inlib Library Consulting. Jadi bagi Anda yang mempunyai permasalahan seputar perpustakaan maka harap hubungi Inlib Library Consulting ini. Dan Anggi bisa dihubungi lewat emailnya anggi_hafiz@yahoo.com. Materi yang disampaikan adalah pengantar-pengantar awal tentang ilmu klasifikasi, katalogisasi, sistem administrasi perpust...

Siapa Bilang RIBA Itu Haram?

Siapa bilang RIBA itu haram?? Eitss jangan sewot dulu. Dalam Kamus Besar BB (Beranda Buku), RIBA itu tidak haram. Buktinya Perpustakaan Beranda Buku selalu mengadakan acara RIBA. Apaan tuch RIBA....??? RIBA (Ririungan Bareng Beranda Buku). Terjemah bebas 'ririungan' (b. sunda) itu 'kumpul' (b. Indonesia). Sampai sekarang kami sudah mengadakan 4 kali acara RIBA. Kegiatan-kegiatannya berupa nonton bareng film-film yang berasal dari buku. Kami telah mengadakan nonton bareng tanggal 4 - 5 Januari, 14 maret, dan 20 Mei 2008 lalu. Film-film yang kami tonton bareng dengan para anggota BB adalah Da Vinci Code, Harry Potter 4 dan 5, serta film Ayat-Ayat Cinta. Kami menyediakan snack dan doorprize tentunya. Nontonnya memakai fasilitas in fokus jadi dijamin penonton tidak akan kecewa karena penonton bisa melihat film seperti di layar lebarnya bioskop. Kami terpaksa mengenakan biaya Rp. 2000/anggota karena uang tersebut digunakan untuk menyewa infokus. Murah, kan... hanya dengan Rp...

BAGAIMANA MEMBACA BUKU YANG SULIT

Aturan paling utama dalam membaca: untuk membaca buku yang sulit untuk pertama kalinya, baca bukunya tanpa henti. Perhatikan pada hal-hal yg bisa kau mengerti dan jangan berhenti pada apa yang tak kau mengerti. Baca setiap paragraf, argumen, keterangan, dan referensi yang biasanya kau abaikan. Jika kamu berhenti karena ini, maka kamu kalah. Kamu tak akan memahami banyak hal dengan melakukan hal seperti itu. Kamu baru akan mendapat pemahaman yang jauh lebih baik dengan membacanya untuk kedua kalinya, tapi hal ini memerlukan prinsip awal tadi yaitu membaca buku tersebut tanpa henti. Ini adalah metoda paling praktis untuk memahami intisari buku, untuk bisa memahami keseluruhannya. Semakin lama kau mengabaikannya maka semakin lama kau bisa mengerti buku tersebut. Kamu hanya perlu membacanya sampai tamat jika kamu ingin melihat sebagian atau keseluruhan pandangan buku tersebut. Dengan membaca buku sampai tamat bahkan jika itu setengahnya atau kurang akan membantumu nanti untuk bisa memahami...

Tata Ruang, Peralatan dan Perlengkapan Perpustakaan

GEDUNG/RUANG, PERALATAN DAN PERLENGKAPAN 1. Gedung/ruangan perpustakaan Gedung atau ruangan perpustakaan adalah bangunan yang sepenuhnya diperuntukkan bagi seluruh aktivitas sebuah perpustakaan. Disebut gedung apabila merupakan bangunan besar dan permanent, terpisah dari gedung lain sedangkan apabila hanya menempati sebagian dari sebuah gedung atau hanya sebuah bangunan (penggunan ruang kelas), relatif kecil disebut ruangan perpustakaan. 2. Perabot perpustakaan Perabot perpustakaan adalah sarana pendukung atau perlengkapan perpustakaan yang digunakan dalam proses pelayanan pemakai perpustakaan dan merupakan kelengkapan yang harus ada untuk terselenggaranya perpustakaan. Yang termasuk dalam perabot/perlengkapan perpustakaan antara lain : a. Rak buku b. Rak majalah c. Rak surat kabar d. Rak atlas dan kamus e. Papan peraga / pameran f. Laci penitipan tas g. Lemari catalog h. Lemari multi media i. Lemari Arsip j. Meja dan kursi sirkulasi k. Meja dan kursi baca l. Meja dan kursi pegawai m. ...

MASTERING ENGLISH: WHY NOT?

Pada era global seperti ini, menguasai bahasa asing dapat menjadikan diri Anda memiliki salah satu kunci meraih kesuksesan dalam hidup, apalagi jika yang Anda kuasai adalah Bahasa Inggris. Tampaknya tidak ada kemampuan berbahasa yang penggunaannya mutlak diperlukan oleh semua orang yang ingin memasuki dunia global kecuali kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Anda yang dapat menguasai secara hebat kemampuan menggunakan bahasa Inggris ini, sesungguhnya sudah menggenggam separo dunia. Hal ini karena 42 negara di dunia menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa nasionalnya. Dan hampir 80% bahasa yang dipergunakan di dunia internet adalah bahasa Inggris juga. Bahkan dikatakan bahwa bahasa Inggris secara de facto merupakan bahasa dunia. Untuk bisa berkiprah di era global, era perdagangan dunia dan persaingan bebas, maka bahasa Inggris, sebagai bahasa yang paling dominan digunakan dalam berbagai urusan dunia, menjadi alat komunikasi yang mutlak harus dikuasai oleh pelakunya. Jelasnya ...

Mengkaji Tetsuko Kuroyanagi, Menafasi Pemikiran Kobayashi

(Dalam Totto Chan, Gadis Cilik di Jendela) Totto Chan, Gadis Cilik di Jendela, merupakan cerita kenang-kenangan masa kecil dari Tetsuko Kuroyonagi di suatu sekolah dasar. Totto Chan gadis kecil berumur 7 tahun, sulit diterima di sekolah umum karena hiperaktif. Sejak dikeluarkan dari sekolah lamanya, ia kemudian bersekolah di Tomoe Gakuen, sekolah dengan kelas-kelas gerbong kereta, dan di sanalah ia berjumpa dengan Sassaku Kobayashi. Latar belakang cerita adalah awal Perang Dunia II. Sekolah itu selesai riwayatnya bersamaan dengan peristiwa pemboman Amerika atas Jepang. Buku ini ia persembahkan untuk seorang pendidik, Sassaku Kobayashi, pendiri dan Kepala Sekolah Tomoe Gakuen. Buku tersebut telah menginspirasi banyak pendidik sampai sekarang, hingga menjadi acuan wajib sekolah-sekolah dasar di Jepang. Makna yang dapat ditafsirkan dari cerita Tetsuko tentang sistem pendidikan yang ia terima di sekolah dasar adalah suatu pembebasan. Tepatnya, pendidikan yang membebaskan. Kobayashi lebih d...

Bibliohisme: Gila Buku atau Karena Buku Jadi Gila

Menggilai buku adalah wajar-wajar saja. Tentu dalam tahap yang tidak mengkhawatirkan. Namun, ada kasus di mana orang bisa gila karena buku atau menggilai buku secara berlebihan. Boulard, seorang ahli hukum asal Perancis yang hidup pada abad ke-18, begitu bernafsu membeli buku. Sampai rumahnya tak cukup untuk menampung buku-bukunya, bahkan ia membeli enam rumah lagi untuk buku-bukunya. Sampai meninggalnya, Boulard memiliki 600 ribu sampai 800 ribu jilid buku. Dan ketika diloakkan, semuanya baru habis setelah lima tahun. Kegilaannya adalah Boulard tak membaca buku-buku tersebut. Richard Heber, asal Inggris dan hidup pada abad ke-19, mirip dengan Boulard. Koleksinya yang berjumlah 200 ribu sampai 300 ribu buku, memaksa ia memiliki delapan rumah. Bedanya dengan Boulard, ia membeli dan selalu membaca buku-bukunya bahkan sampai akhir hayatnya. Biblioholisme adalah hasrat untuk membeli, membaca, menyimpan, dan mengagumi buku yang cenderung berlebihan. Pelakunya disebut biblioholik. Tom Raabe,...

Memandang Seni Fotografi, Membahasakan Realitas

(Dari Pameran Fotografi Common Ground: Aspek Pengalaman Muslim kontemporer ) Sejarah Fotografi Sejarah fotografi saat ini, berhutang banyak pada beberapa nama yang memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi perkembangan fotografi sampai era digital sekarang. Kita mencatat nama Al Hazen, seorang pelajar berkebangsaan Arab yang menulis bahwa citra dapat dibentuk dari cahaya yang melewati sebuah lubang kecil pada tahun 1000 M. Kurang lebih 400 tahun kemudian, Leonardo da Vinci, juga menulis mengenai fenomena yang sama. Namun Battista Delta Porta, juga menulis hal tersebut, sehingga kemungkinannya dia yang dianggap sebagai penemu prinsip kerja kamera melalui bukunya, Camera Obscura. Awal abad 17, Ilmuwan Italia, Angelo Sala menemukan bahwa bila serbuk perak nitrat dikenai cahaya, warnanya akan berubah menjadi hitam. Bahkan saat itu, dengan komponen kimia tersebut, ia telah berhasil merekam gambar-gambar yang tak bertahan lama. Hanya saja masalah yang dihadapinya adalah menyelesaikan pr...

Pendidikan Tinggi atau Pekerjaan ????

Hari ini saya membaca artikel dari teman, tepatnya di muat di Kompas (07/05/2007). Artikel tersebut menceritakan beberapa orang yang terpaksa bekerja serabutan dan tidak sesuai dengan keahliannya lantaran kena dampak PHK di tempat kerjanya. Beberapa dan hampir sebagian di antara mereka adalah tenaga – tenaga terlatih dan berpendidikan tinggi, bahkan ada yang pernah menjalani studi di luar negeri. Namun, kesempatan kerja yang sedikit serta umur yang beranjak tua membuat mereka tidak diterima lagi untuk bekerja sesuai dengan keahliannya. Pekerjaan – pekerjaan informal dan tidak banyak dihargai orang diantaranya seperti tukang cat, jualan gorengan, buka warung kopi, tukang es krim dan bahkan menjadi supir panggilan dengan upah ala kadarnya dan sangat di bawah standar. Langkanya ketersediaan lapangan kerja, memang sudah menjadi hal klasik di negeri tercinta di mana puluhan ribu lowongan kerja harus diperebutkan oleh berjuta orang pencari kerja. Dahulu kala, seorang sarjana begitu dihargai ...

Semangat Menulis..??!!!

Salah satu kru- BERANDA BUKU bilang bahwa menulis itu indah dan mengasyikkan. Bayangkan saja, kita bisa bercerita dengan bebas, menuangkan segala ide kita tanpa ada paksaan dari pihak lain. Bukankah itu sangat mengesankan? Sejenak saya berpikir, ada benarnya juga. Kalau tidak dimulai dari sekarang, lalu, kapan lagi? Namun, ada beberapa masalah dalam menuliskan susunan kalimat yang benar. Orang yang selalu terburu – buru untuk menuangkan semua ide dalam tulisan, hasilnya, tulisan menjadi berantakan dan tidak terunut dengan baik. Mungkin ada korelasi positif antara gaya menulis seseorang terkait dengan kepribadiannya. Bagi orang – orang yang pembawaannya tenang, tulisan mereka akan lebih terarah dan teratur. Sebaliknya, orang – orang yang pembawaannya terburu – buru, gaya tulisannya meloncat – loncat dengan alur yang berantakan. Sekali lagi, itu hanya opini saya dan hasilnya belum terbukti secara ilmiah. Namun, terlepas dari semua itu. Hanya ada satu yang terpenting dalam memulai sebuah ...

Nasionalisme Nagabonar

TIDAK banyak film Indonesia terutama setelah tahun 2000-an yang mengangkat isu-isu kebangsaan. Film "Nagabonar (Jadi) 2" yang diproduksi tahun 2007 oleh PT Demi Gisela Citra dan PT Bumi Prasidi Bi-Epsi, mengingatkan saya pada wacana kebangsaan yang pada tanggal 20 Mei ini akan kita peringati bersama. Film ini begitu khas yang menggambarkan keterlibatan rakyat kecil dalam suatu pencapaian kemerdekaan Indonesia, namun sebenarnya tak pernah benar-benar tuntas merdeka. Kemerdekaan seharusnya juga milik kehidupan rakyat sehari-hari, karena suatu bangsa berdiri di atas tanah milik rakyat, yang dilenggarakan oleh pemerintah dalam suatu negara, untuk kepentingan rakyat. Tetapi, melalui film ini kita dapat merefleksikan benarkah kemerdekaan milik rakyat sehari-hari? Andai rakyat sebenarnya belum merdeka, milik siapakah Indonesia setelah merdeka? Bagaimana wacana kebangsaan bangsa Indonesia dibentuk dalam film ini? Wacana kebangsaan menurut Anderson dalam Choi (2006), adalah suatu komu...

Jalan Intuisi

Ketika aku nyaris menyerah untuk menemukanmu kembali, tiba-tiba aku teringat dalam tasku, aku menyimpan “Sang Alkemi”. Aku mulai membacanya untuk ketiga kali, dan inilah pertanda saatku telah dekat dengan Jiwa Buana. Hidup dan kehidupan adalah pertanda. Tuhan telah menjadikan seluruh alam semesta sebagai pertanda bagi orang yang mau berpikir. Kata-kata itu begitu sering diulang dalam kitab suci. Namun kebanyakan orang hanya berpikir tentang masa kini dan masa depan dengan jalan yang pendek. Misalnya untuk mendapatkan kerja harus sekolah dari tingkat A sampai Z dengan jurusan ini: terarah tapi mudah demi tujuan itu sendiri. Kemakmuran adalah tujuan terakhir tapi tidak untuk makna kemakmuran yang terdalam. Dan hanya sedikit orang yang mampu memaknai proses berjalannya waktu dan perjuangan mencapai Legenda Pribadi. Legenda pribadi adalah impian setiap orang meskipun itu hanya berkelana atau menikah dengan putri pedagang kain atau bahkan hanya mencari harta. Setiap orang bermimpi dan menda...