Beranda Buku

Wednesday, May 30, 2007
Semangat Menulis..??!!!
Salah satu kru- BERANDA BUKU bilang bahwa menulis itu indah dan mengasyikkan. Bayangkan saja, kita bisa bercerita dengan bebas, menuangkan segala ide kita tanpa ada paksaan dari pihak lain. Bukankah itu sangat mengesankan? Sejenak saya berpikir, ada benarnya juga. Kalau tidak dimulai dari sekarang, lalu, kapan lagi?

Namun, ada beberapa masalah dalam menuliskan susunan kalimat yang benar. Orang yang selalu terburu – buru untuk menuangkan semua ide dalam tulisan, hasilnya, tulisan menjadi berantakan dan tidak terunut dengan baik.
Mungkin ada korelasi positif antara gaya menulis seseorang terkait dengan kepribadiannya. Bagi orang – orang yang pembawaannya tenang, tulisan mereka akan lebih terarah dan teratur. Sebaliknya, orang – orang yang pembawaannya terburu – buru, gaya tulisannya meloncat – loncat dengan alur yang berantakan. Sekali lagi, itu hanya opini saya dan hasilnya belum terbukti secara ilmiah.


Namun, terlepas dari semua itu. Hanya ada satu yang terpenting dalam memulai sebuah tulisan. Kedengarannya sangat klasik, tetapi itulah yang saya temui di hampir semua buku acuan yang berhasil saya baca. Motivasi, sebuah kata yang sederhana tetapi dengan segudang makna. Motivasi dalam diri kita adalah hal yang paling esensial. Karena dengan motivasilah kita bisa memulai melangkah dengan kekuatan tekad. Motivasi memberikan semangat kepada seseorang untuk menanggapi hal yang sulit menjadi mudah. Di situ ada keinginan yang kuat untuk mewujudkan sesuatu.

Einsten bilang bahwa memulai sesuatu adalah sudah menjadi setengah dari pekerjaan kita. Hal ini berlaku juga dalam menulis. Kalau kita sudah berhasil menuliskan sesuatu, walaupun sedikit, itu artinya kita tinggal menyelesaikan 50% dari seluruh pekerjaan kita. Bagaimana, mudah bukan?..

Nah, sekarang, jangan tunggu berlama – lama lagi. Siapkanlah pena dan kertas atau kalau perlu duduk di depan monitor. Tulislah apa yang ingin kamu tuliskan. Apapun itu namanya. Dan kamu akan lihat sendiri, betapa menakjubkan hasilnya.

Setelah kamu melakukannya, tetap pertahankan semangat itu. Dan berlatihlah setiap hari. Insya Allah dengan konsistensi yang kita bangun, kita akan lihat seberapa hebat karya kita pada akhirnya. Selamat berkarya!!!

Labels: ,

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 11:32 PM   1 comments
Monday, May 28, 2007
Bimbingan Belajar Intensif (BBI) SPMB 2007

LATAR BELAKANG
1. Banyaknya pusat-pusat bimbingan belajar yang ada saat ini belum terjangkau secara finansial.
2. Belum ada bimbel intensif SPMB di lingkungan Baleendah.
3. Sekolah sebagai institusi pendidikan belum optimal dalam mempersiapkan siswanya menghadapi persaingan ketat SPMB.
4. Tersedianya SDM mumpuni yang siap.
5. Minimnya pengetahuan seputar SPMB.
6. Perlu adanya pengenalan dini seputar kampus/ PT.

TUJUAN
Membina generasi pembelajar sejati yang berwawasan luas dan berakhlaqul karimah.

TARGET
1. Penguasaan materi dan konsep serta soal-soal SPMB.
2. Kemampuan dalam membuat strategi dan trik jitu menghadapi SPMB.
3. Kemampuan untuk merancang konsep diri (self concept) dan merencanakan hidup masa depan (MHMMD).
4. Kreatifitas dalam menghadapi masalah yang dihadapi.
5. Akhlak yang baik dan layak dicontoh.

SASARAN DAN SYARAT PESERTA
1. Pernah mengikuti kegiatan BERANDA BUKU.
2. Memiliki motivasi dan kemauan yang kuat.
3. Laki-laki/wanita Usia minimal 15 tahun.
4. Usia sekolah tingkat SMA/sederajat.
5. Berdomisili di Kabupaten Bandung.

JUMLAH PESERTA
Untuk angkatan pertama ini dibatasi sebanyak 100 orang.

LAMA PROGRAM
Program pelatihan ini memakan waktu 1 bulan masa pelatihan. Diadakan minimal sepekan 2 kali.

INVESTASI PESERTA
1. Peserta yang mengikuti program Beranda Bimbel Intensif sama sekali tidak dikenakan biaya,
2. Kecuali saat registrasi sebagai anggota perpustakaan Beranda CUMA sebesar Rp. 5000.

KONTEN PROGRAM
1. Self concept
2. MHMMD
3. Bimbel perbidang studi : IPS dan IPA
4. OUT BOND

INSTRUKTUR/ PENGAJAR
Instruktur/ pengajar BBI yaitu dari orang-orang yang memiliki pengalaman dan berkualitas :
1. Praktisi Pendidikan.
2. Mahasiswa perguruan tinggi terkemuka (ITB, UNPAD, UPI)
3. Guru Ahli (Expert teacher)
4. LMT TRUSTCO
5. Pusat Layanan Pendidikan (PULPEN)

TEMPAT
BBI akan dilaksanakan di Perpustakaan Beranda Buku

CP :
Trustco Multimedia di Phone.+6222 91790283/ +628176634167, Fax.022-85934452
Beranda Buku di 02291726953 / 085221781325



Labels: ,

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 7:21 PM   1 comments
Laporan PJ TO SPMB
Perpustakaan Beranda Buku bekerja sama dengan Risma (Remaja Masjid) Masjid Agung Ciparay dan Bimbel Primagama telah mengadakan kegiatan Try Out SPMB 2007. Kegiatan ini kemudian ditindaklanjuti dengan diadakannya Beranda Bimbingan Belajar Intensif (BBI) SPMB gratis yang diselenggarakan atas kerja sama Beranda Buku dengan Trustco Multimedia.


Judul Acara : TO SPMB 2007
Tanggal : 27 Mei 2007
Mulai Pukul : 07.30 - 15.00
Diadakan di Bimbel Primagama di Jl. Ki Astana Manggala
Tiket : Rp. 7500
Jumlah Peserta yang mendaftar sebanyak 90 siswa, dan yang bisa hadir mengikuti TO sebanyak 71 siswa.
Fasilitas : soal komposisi SPMB, konsultasi penjurusan, snack, dan doorprize

Doorprize dipersembahkan oleh Beranda Buku berupa dana gratis pendaftaran SPMB 2007 untuk 1 orang yang mendapatkan nilai terbaik dan dari Trustco Multimedia berupa 5 buah CD Interaktif pendidikan.



Labels: ,

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 6:48 PM   0 comments
Tuesday, May 22, 2007
KoLekSi BaRu BeRanDa BuKu (Mei)
Berikut donasi buku-buku dari penerbit yang bekerja sama dengan kami per Mei 2007, diantaranya dari:

Kelompok Penerbit Fitrah Rabbani
Kelompok Penerbit Khazanah Intelektual
Kelompok Penerbit As Syamiil


Judul/Pengarang

Kelompok Penerbit Fitrah Rabbani
Fiqhul Haraqah/Gamal Mazhi
Dari Gerakan ke Negara/Anis Matta
Menuju Cahaya/Anis Matta
Ibadah yang Mencerdaskan/Salahudin Sultan


Kelompok Penerbit Khazanah Intelektual
Seri AlQuran Kontemporer for Kids/ Aam Amirudin
The Inspiring Words/ Deshinta A. Devi
Tafsir Annas dan Al ’Adiyyat for Teenager/ Aam Amirudin
Tafsir AlQuran kntmporer Juz Ama Jilid 3/ Aam Amirudin
Wanita antara Cinta & Keindahan/ Sasa Esa A.


Kelompok Penerbit As Syamiil
2 Lelaki Pilihan/ Nurul F. Huda
Aisyah Putri 2 Asma Nadia
Angin Padang Iroquis Vani D. Puspasari
Bidadari yg Berduka Eka Wardhana
Cara Jitu Hidup Tnpa Masalah/ Gina Ilmi&ILNA
Catatan seorang ukhti/ kusmawanti
Fathi dari desa Lengawah Sitaresmi Soekanto
Manusia & Kekhalifahan/ Abu Ridho
Pesantren Impian/ Asma Nadia
Sejuta Cinta di Sidney/ Dewi F.L&Rahmadiyanti


Kami ucapkan terimakasih sedalam-dalamnya atas donasi penerbit/organisasi/perorangan yang ditujukan ke perpustakaan kami.

Kami nantikan donasi lainnya dari Anda sekalian untuk mendukung Gerakan Literasi kami.

Hormat Kami,
Iin Indriyani
Ketua Beranda Buku


Labels: ,

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 9:11 PM   0 comments
Monday, May 21, 2007
Nasionalisme Nagabonar
TIDAK banyak film Indonesia terutama setelah tahun 2000-an yang mengangkat isu-isu kebangsaan. Film "Nagabonar (Jadi) 2" yang diproduksi tahun 2007 oleh PT Demi Gisela Citra dan PT Bumi Prasidi Bi-Epsi, mengingatkan saya pada wacana kebangsaan yang pada tanggal 20 Mei ini akan kita peringati bersama. Film ini begitu khas yang menggambarkan keterlibatan rakyat kecil dalam suatu pencapaian kemerdekaan Indonesia, namun sebenarnya tak pernah benar-benar tuntas merdeka.

Kemerdekaan seharusnya juga milik kehidupan rakyat sehari-hari, karena suatu bangsa berdiri di atas tanah milik rakyat, yang dilenggarakan oleh pemerintah dalam suatu negara, untuk kepentingan rakyat. Tetapi, melalui film ini kita dapat merefleksikan benarkah kemerdekaan milik rakyat sehari-hari? Andai rakyat sebenarnya belum merdeka, milik siapakah Indonesia setelah merdeka? Bagaimana wacana kebangsaan bangsa Indonesia dibentuk dalam film ini?

Wacana kebangsaan menurut Anderson dalam Choi (2006), adalah suatu komunitas anggitan yang mengikat anggotanya dengan perasaan identitas dan rasa kepemilikan. Ketika sejarah nasional yang terbentuk dalam surat kabar, karya sastra, dan media seperti film dikomsumsi dengan latar belakang tempat yang berbeda, pembacanya akan merasakan sesuatu kebersamaan yang ditandai dalam batas-batas nasional sebaik perasaan berbagi sejarah dan takdir yang menyatukan.

"Nagabonar (Jadi) 2" mengartikan wacana kebangsaan pada kepedulian terhadap bangsa, yang menurut dia sudah dibangun dengan pengorbanan tokoh-tokoh bangsa, seperti yang disebut dalam penggambaran Monumen Soekarno-Hatta serta Soedirman. Menurut "Nagabonar (Jadi) 2" saat ini, banyak orang melupakan orang-orang yang telah membentuk bangsa ini. Dengan penggambaran itulah, saya melihat sesuatu yang paradoks lahir dari wacana film ini. Di satu sisi "Nagabonar (Jadi) 2" ingin menghadirkan sudut pandang rakyat kecil dengan seorang tokoh dari kalangan bawah yang tidak mengeyam pendidikan formal.

Tokoh ini memperjuangkan wacana kebangsaan yang merakyat. Tapi di sisi lain, "Nagabonar (Jadi) 2" menunjukkan ketersedotan rakyat pada narasi besar sejarah kebangsaan yang diorasikan oleh kalangan terdidik, dalam suatu mitos kepahlawanan yang dibangunannya. Memang film ini pun mengakui bahwa tak semua yang dikuburkan dalam makam pahlawan adalah benar-benar pahlawan. Pahlawan hanyalah konstruksi orang-orang yang berkuasa.

Saya teringat pada kritik Chatterje (1993) bahwa wacana kebangsaan juga berasal dari kalangan kolonial. Wacana kebangsaan disebarkan oleh pendiri bangsa, pemimpin-pemimpin perjuangan, yang mengadopsi dari negara-negara penjajah. Gerakan kebangsaan adalah gerakan politik yang secara keseluruhannya menurut Chaterjje adalah produk sejarah Eropa. Ketika bangsa-bangsa yang baru merdeka dari penjajahan ini berdiri, termasuk Indonesia, para penyelenggaranya mengadopsi praktik-praktik ekonomi dan politik yang secara institusional di bawah konsep pembangunan dan modernisasi ala kolonial.

Suatu kenyataan harus diakui, Nagabonar sebagai representasi rakyat kecil memang miris. Ia harusnya merayakan kemerdekaan Indonesia sebagai bagian dari perjuangan rakyat dan pemimpin-pemimpin bangsa. Tetapi, perayaan itu sebenarnya masih menyimpan keterbelengguan yang membuatnya sedih. Rakyat tak pernah dibela. Orang-orang miskin dipinggirkan di luar tembok-tembok kemewahan para elit, sementara penyelenggara negara sibuk beradu satu sama lain dengan mengatasnakamakan rakyat. Projek-projek besar yang menguntungkan segelintir orang dinomorsatukan, sementara negeri ini terus dijual dalam investasi asing.

Keberpihakan Nagabonar pada rakyat memang agenda besar film ini. Penyerahan hidup Nagabonar pada wacana kebangsaan dari kalangan elit, diartikulasikan sebaik-baiknya dengan bersikap mengabdi pada kepentingan rakyat. Hal itu pun tampak pada usaha untuk terus menegosiasikan kepentingan mereka dengan kritik-kritik pedasnya terhadap para penyelenggara negara maupun pada generasi muda yang beruntung punya akses pendidikan dan ekonomi yang lebih baik, tapi tidak berakar pada identitas kerakyatan Indonesia. Mengapa yang dipikirkan anak-anak muda yang gemilang aksesnya itu suatu yang besar, yang terlihat mewah?

Tokoh Bonaga, sebagai salah satu representasi generasi sekarang yang beruntung, dalam bangunan wacana kebangsaan ini memang tidak selalu ditempatkan dalam posisi yang salah. Ia digambarkan sebagai anak muda yang semangat, cerdas, berbakti pada orang tua, dan taat beragama, meskipun dalam beberapa hal dan ini penting, memperlihatkan sesuatu praktik ideologi yang berbeda. Identitas keindonesiaan Bonaga yang hidup di era kontemporer digambarkan dengan tetap memegang moral umum untuk ukuran zaman kontemporer dibanding tiga teman-temannya.

Begitu juga Umar sebagai representasi generasi muda kelas bawah. Umar digambarkan sebagai sosok yang ulet, terus bertahan hidup, dan punya pengabdian sosial terhadap lingkungannya. Tetapi, kurun waktu membuat adanya keberjarakan emosi antara mereka dan peristiwa pembentukan Negara ini. Perbedaan rentang waktu menjadikan hegemoni wacana kebangsaan berbeda. Bonaga mengalami hidupnya di masa pembangunan. Mengisi kemerdekaan dengan pembangunan adalah suatu istilah indoktrinasi di sekolah di era Orde Baru.

Pembangunan di Indonesia dan di banyak negara yang pernah terjajah lain adalah praktik modernisasi yang dikonsepkan oleh negara-negara Barat. Pembangunan dalam konsep modernisasi adalah pembangunan fisik atau materi. Bukan karena konsep ini merupakan konsep Soeharto, tetapi konsep modernisasi di Barat berlandaskan pada rasionalitas sejak masa Enlightment dan inilah yang diadopsi mentah-mentah oleh bangsa-bangsa yang baru merdeka dari penjajahan.

Orientasi pembangunan fisik inilah yang melatarbelakangi kehidupan Bonaga yang ia internalisasi dari cara pandang masyarakat, negara, lewat sistem pendidikan salah satunya. Bonaga yang mempunyai ijazah pendidikan hingga tingkat S-2 dalam film tersebut kemudian tampil dengan praktik ideologi yang kapitalis. Ijazah formal dan gelar itu menjadi lebih penting, daripada makna manusia terdidik itu sendiri.

Inilah sosok Bonaga yang menyebabkannya berbeda dengan kekokohan karakter Nagabonar. Meskipun Nagabonar tak mengenyam pendidikan, tetapi pergulatan kehidupan di masa prakemerdekaan dalam situasi kemiskinan mendidiknya menjadi manusia yang mempunyai akar kuat. Memang Bonaga masih muda dan proses perjalanan hidupnya masih panjang, justru itulah yang dikatakan dalam film ini, proses karakterisasi generasi muda bangsa ini belum selesai, belum menjadi satu kekuatan penyangga bangsa, selama masih berorientasi pada pembangunan diri secara materi.

Dalam sudut pandang Nagabonar, materi membuat manusia melupakan apa makna kemerdekaan. Dalam suatu adegan yang sangat simbolis dan menggetarkan, Nagabonar menangisi patung Soedirman, sebagai sosok yang ia idealkan di masa hidupnya, tetapi kini patung itu harus dibuat menghormat pada kendaraan-kendaraan yang lewat di bawahnya, jalanan utama Jakarta, yang sibuk, dan menyiratkan ketidakpedulian.

"Jenderaaaaaaal......siapa yang kau hormati siang dan malam itu? Apa karena mereka yang lalu lalang di depanmu itu memakai roda empat, Jenderal? Bah, tidak semua dari mereka pantas kau hormati, Jenderal. Turunkan tanganmu! Jenderaaaallll.....turunkan tanganmu! Bukan kau yang harus menghormati mereka! Tapi bangsa ini yang harus menghormatimu!"

Pertaruhan dua ideologi dalam wacana kebangsaan yang diangkat oleh film ini, pada akhirnya dimenangkan oleh artikulasi ideologi yang dibawa Nagabonar, yaitu suatu wacana kebangsaan yang merakyat, setelah Bonaga, sebagai representasi generasi muda, membatalkan investasi proyek pasanggrahan di tanah perkebunan rakyat. Itulah pandangan yang dibawa film "Nagabonar (Jadi) 2" ini. Baginya kemerdekaan itu baru benar-benar penuh, dengan tanpa investasi yang biasanya memengaruhi gerak langkah.

"Nagabonar (Jadi) 2" melihat investasi adalah penjajahan baru, karena menciptakan ketergantungan. Terlepas dari tingginya idealisme film ini, tetapi generasi baru bangsa ini memang layak diberi mimpi. Bukan semata memberikan mimpi-mimpi materialistis, tetapi mimpi berstandar tinggi yang diciptakan oleh bangsa ini sendiri, yaitu generasi berkarakter kuat, martabat yang tinggi, karena itulah inti kemerdekaan menurut wacana kebangsaan dalam film ini.

Bagaimanapun saya melihat film ini berusaha melihat sejarah, sebagai bagian dari masa kini dan masa depan dari perspektif rakyat kecil. Saya melihat film ini juga ingin mengatakan bahwa orasi sejarah itu penting. Sejarah tidak hanya cerita masa lalu, atau dongeng, tetapi menjadi akar identitas, tempat berpijak dalam menentukan arah masa depan. Terlepas dari milik siapakah sejarah yang diimajinasikan dalam film ini. Saya melihat "Nagabonar (Jadi) 2" menitipkan sesuatu pada generasi berikutnya, yang kelak berkesempatan menyelenggarakan Negara. Indonesia sudah terlanjur ada.

Soekarno, Hatta, Soedirman, dan banyak pendiri Indonesia lainnya tetap harus dihormati sebagai orang yang telah bersusah payah memikirkan negeri ini. Bentuk penghormatan itu adalah tak lain dan harus memikirkan rakyat. Kepada rakyatlah Indonesia ini dikembalikan.***

Penulis, alumnus Jurusan Sastra Jerman Unpad Bandung, kini mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Cultural Studies. Sekarang aktif di Sie. Sosial dan Kemasyarakatan Komunitas Beranda Buku dan di kelompok diskusi Cak Tarno Institut, Kober, Depok.

bisa juga di baca di sini http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/052007/19/0901.htm


Labels:

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 8:40 PM   0 comments
Wednesday, May 09, 2007
TO SPMB
Bagi yang membutuhkan, berminat, dan berkesempatan, ikutan acara TO SPMB kami ya, yang diselenggarakan atas kerja sama Perpustakaan Beranda Buku, Risma (Remaja Masjid) Masjid Agung Ciparay dan Bimbel Primagama, sbb,


Judul Acara : TO SPMB 2007
Tanggal : 27 Mei 2007
Mulai Pukul : 07.30 - 15.00
Diadakan di 2 tempat secara serentak yaitu di SMUN I Bale Endah dan di Islamic Center Masjid Agung Ciparay, Bandung (boleh milih)
Tiket : Rp. 7500 saja
Fasilitas : soal komposisi SPMB, konsultasi penjurusan, snack, dan doorprize

Pendaftaran di
Perpustakaan Beranda Buku
Jl. Adipati Agung 12 Baleendah CP : 022-91916951 (Rina)
Buka Hari Senin - Minggu jam 11.00 - 16.00 kecuali jum'at tutup
Atau di RISMA CIPARAY
Jl. Raya Laswi no.1 Ciparay CP : 085222130813 (Sandy)
Tiap Hari jam 09.00 - 18.00

Pendaftaran ditutup tanggal 24 Mei 2007

Labels:

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 6:36 PM   0 comments

Dukung Gerakan Literasi Kami/Support our Literacy Movement
Kunjungi blog kami secara regular. Berikan komentar/Visit this site regularly. Please leave a comment
Kirimkan donasi Anda berupa buku2, finansial atau sarana/Send your donation, books, financial and/or other library inventories
Donasi dapat dialamatkan ke SINI /Send your donation HERE

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Comment Please!!
Name :
Web URL :
Message :


Blog Perpustakaan

Archives
Menu
Friends & Associates
Templates by
Free Blogger Templates

Pembelajar sejati adalah pembelajar sepanjang kehidupan berdetak dalam ribuan warna musim dengan senyuman ingin tahu Ibrahim menanyakan siapa diri, menanyakan siapa Tuhannya . A lifelong learner is a learner for as long as his/her heartbeat still in a thousand of color of seasons with a smile of Abraham asks who he is, asking who his lord is.