Beranda Buku

Wednesday, December 27, 2006
Media Televisi Sebagai Sarana Pembelajaran
Perkembangan dunia informasi telah menghasilkan beberapa inovasi yang menakjubkan. Televisi adalah salah satunya yang telah menuai sukses besar dalam hal ini. Sejak ditemukannya, pada permulaan abad ke sembilan belas, kini, kita dapat menikmati berbagai peristiwa di dunia hanya dengan memencet tombol-tombol kotak elektronik tersebut di rumah kita.

Televisi dapat dijadikan sarana pembelajaran yang efektif dan efisien. Keuntungan ini tersedia melalui berbagai tayangan yang disajikannya. Kita hanya tinggal memilah dan memilih tayangan atau saluran-saluran televisi mana yang cukup memadai sebagai sarana pembelajaran kita. Di sini televisi diletakkan pada kerangka positif, sebagai media pertukaran informasi, pemikiran, dan karya, sebagai media bahan kajian ilmiah, dokumentasi, dan lain sebagainya [1].


Kita dapat mengetahui berita terkini yang terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Sebagai contoh, pada peristiwa pemboman WTC di New York, AS beberapa tahun lalu, hanya selang beberapa menit setelah peristiwa itu berlangsung, kita bisa mengetahui perkembangan terakhirnya dari stasiun televisi CNN (saluran khusus program berita). Bahkan, kita pun bisa melihat secara langsung berbagai pertandingan-pertandingan olahraga Internasional seperti World Cup Football, Tennis Wimbledon, Kejuaraan Bulutangkis All England, pertandingan basket NBA dan masih banyak lagi. Semuanya dapat kita nikmati dalam waktu yang bersamaan. Televisi di sini berperan sebagai media pertukaran informasi yang efektif, menghemat waktu dan biaya.

Beberapa saluran program televisi di dunia ada yang berperan sebagai media dokumentasi berbagai kajian ilmu. Discovery Channel, National Geographic dan Planet Animal adalah contoh saluran yang menayangkan acara-acara dokumenter, misalnya menceritakan berbagai kejadian alam (letusan gunungberapi, banjir, tsunami dan topan), berbagai kasus besar kriminal yang ditangani FBI, juga peristiwa bersejarah di dunia seperti perkembangan kerajaan-kerajaan di Eropa, Asia, dan Afrika, serta beberapa penemuan-penemuan antropologi di masa lalu. Di samping itu, ada juga yang menyuguhkan pengetahuan atau penemuan-penemuan terkini yang menakjubkan di bidang teknologi dan kedokteran. Berbagai acara tersebut tentunya akan sangat membantu dalam menambah pengetahuan kita khususnya para pelajar. Program-program acara ini dapat dijadikan alternatif sarana pembelajaran di samping belajar formal di dalam kelas dengan bermacam text book yang kadang membosankan kita.

Bagi beberapa pelajar yang mengalami masalah di area visual (kemampuan belajar dengan melihat) dan kuat di area audio (kemampuan belajar dengan mendengarkan), mereka dapat mengasah kemampuannya dengan menonton acara-acara tersebut. Keuntungan lainnya adalah, acara-acara tersebut disertai dengan fakta dan ilustrasi yang menarik berupa gambar-gambar dan rekaman peristiwa yang sebenarnya, sehingga kita bisa membayangkan dan menikmati seolah-olah hal tersebut memang benar-benar kita alami. Hal ini akan mempercepat kerja otak kita untuk menerima beberapa hal baru tentang pengetahuan. Serta meningkatkan kemampuan kita dalam berimajinasi secara kreatif.

Para orangtua yang melarang anaknya menonton televisi, karena dikhawatirkan dapat merusak mental anak, mungkin ada benarnya. Seperti yang diungkapkan Douglas Rushkoff, penulis buku Media Virus, bahwa televisi itu virus. Sebagai virus dia bisa menjadikan orang musyrik, juga bisa mencabut akar kesadaran orang dari kenyataan. Kritikus media lain menyatakan televisi sebagai candu elektronik, kotak idiot (idiot box), monster mata satu, dan lain sebagainya [2]. Memang ada beberapa acara televisi terutama acara televisi lokal yang menayangkan beberapa acara kriminal dan tindak kekerasan dalam sebuah film, yang didalamnya terdapat unsur kekerasan, pornografi dan kenakalan remaja. Beberapa kasus pelecehan seksual, pemerkosaan, perkelahian pelajar (tawuran) adalah beberapa efek buruk yang mungkin berkaitan dengan tontonan televisi yang kurang sehat dan tidak mendidik.

Dari beberapa contoh di atas, memang terdapat hal positif dan negatif dalam media televisi. Namun perlu dicermati, terutama bagi orang tua dan guru sebagai pendidik dan pembimbing utama anak bahwa mereka lah yang memegang kendali untuk mengenalkan dan memilihkan program-program acara yang sesuai serta bermuatan ilmu pengetahuan pada mereka. Dampingi mereka ketika menonton acara tersebut. Hal ini akan membantu apabila terdapat beberapa hal yang tidak mereka mengerti untuk ditanyakan kepada kita. Secara psokologis, kedekatan kita (orangtua/guru) dapat terjalin dengan baik. Nah, tunggu apalagi, bersegeralah untuk menerapkan cara ini demi terciptanya generasi yang terdidik di masa depan.

Bahan Pustaka :
[1] Ibnu Adam Avicena, Awas Virus Teve, www.rumahdunia.net.
[2] Tomy W. Taslim, Memberdayakan Sinema di Indonesia.

May ‘06
By Afitchan


Labels:

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 8:10 PM   2 comments
Mau Pintar Kok Mahal*
Mahalnya biaya pendidikan membuat sebagian orang menguburkan harapannya untuk meraih impiannya di masa depan. Banyak hal ini terjadi di sekitar kita, terutama mereka yang tidak punya cukup materi dan sarana penunjang lainnya untuk menuju ke arah itu. Sungguh keadaan yang sangat menyedihkan menimpa di negeri ini. Negeri yang menurut legenda menjadi sejarah sepanjang masa dengan kekayaannya yang melimpah. “Tongkat kayu pun jadi tanaman” sepenggal lirik lagu terkenal mengisahkan betapa suburnya negeri yang kita pijak ini. Hingga kitapun terlena dengan keadaan ini.



Melimpahnya kekayaan di negeri ini telah melenakan kita, sehingga tidak punya keinginan untuk bangkit menjadi lebih baik lagi. Satu generasi hingga ke generasi berikutnya, begitu seterusnya. Hingga kita menjadi yang sekarang ini.

Pendidikan adalah salah satu faktor penentu dalam menjalankan pembangunan. Suatu bangsa akan maju dengan kondisi pendidikan yang memadai. Karena disitulah kemampuan manusia di uji untuk bersaing dengan Negara lainnya.
Pendidikan yang menyeluruh akan memberikan pemahaman kita yang lebih akan artinya hidup ini. Selama ini kita terjebak oleh sempitnya pemahan arti pendidikan. Pendidikan formal menjadi faktor penentu dalam menentukan masa depan seseorang. Begitu lah orang tua dahulu mengajarkan kepada kita. “Kalau kita ingin menjadi anu, maka harus kuliah di anu”, begitu yang mereka selalu nasehatkan kepada kita. Dan,kitapun menaruh harapan banyak terhadap slogan itu. Dengan bekal harapan yang sama, kita menapaki pendidikan formal kita. Dan harapan yang tak sesuai dengan kenyataanpun datang. Banyak yang mengeluhkan bahwa harapannya tidak sesuai dengan apa yang kita telah cita-citakan sebelumnya. Setelah kita selesai kuliah, kita tidak seperti apa yang kita harapkan. Pendidikan formal tidak menjamin kita untuk bisa bekerja di bidang yang sama. Sehingga banyak orang yang stress dengan keadaan seperti ini.

Pendidikan sebenarnya berfungsi untuk mengembangkan pola berpikir kita. Bukan bertujuan untuk mencari pekerjaan yang sesuai. Pengembangan pola berpikir inilah yang akan melahirkan kita untuk berusaha mencari yang lebih baik. Meningkatkan harga diri kita dimata orang lain. Dan berusaha menciptakan keadaan yang membantu dalam menyelesaikan masalah bangsa ini. Bukan menjadi beban masalah bagi bangsa. Namun, justru sumbangan hasil pemikiran kita yang akan membantu dan berperan dalam perbaikan negeri ini.

Bertekad untuk tidak menjadi beban bagi orang lain dan bangsa ini sepertinya menjadi slogan yang pas buat kita bangkit membangun negeri ini dari keterpurukan yang telah sekian lama ada(Aa Gym).

Mari kita pikirkan langkah apa yang akan kita ambil untuk menjadi bagian dari solusi masalah bangsa ini. Jangan lagi menambah masalah, tetapi berperanlah aktif dalam menyelesaikan masalah bangsa ini.

Negeri ini menunggu kiprah kita untuk melakukan sebuah terobosan baru membangun elemen dasar bangsa yang kuat dan kokoh untuk mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan Negara lain yang sudah maju.

Tunjukkan bahwa kita bisa. Selamat Berjuang menjadi pemenang. Terutama menjadi pemenang bagi diri sendiri.

*Diambil dari Iklan rokok Amile
By Afitchan

Labels:

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 7:26 PM   2 comments
Lifelong Learning


“Ikatlah Ilmu dengan menuliskannya”, begitulah pertama kali kulihat kata-kata tausiyah yang membuat semangat bagaimana urgensinya memiliki dan menyebarkan ilmu yang kita miliki kepada saudara-saudara kita seiman.

Berbagai ide dan kreativitas yang ada dalam diri kita tidak akan berguna bila kita tidak menyampaikannya kepada orang lain. Beberapa kalangan yang enggan membagikan ilmu yang dimilikinya menganggap ilmu yang disampaikannya kepada orang lain akan menimbulkan saingan baru baginya, sungguh itu merupakan pandangan yang sangat keliru, justru dengan mengamalkan ilmu maka akan bertambah pemahaman kita akan ilmu tersebut dan tidak akan hilang karenanya.


Masyarakat yang berilmu baik itu dari kalangan muslim maupun dari kalangan di luar muslim sekalipun akan terangkat derajatnya. Allah telah mengingatkan di dalam salah satu ayatnya yang kurang lebih intinya adalah Allah akan mengangkat orang-orang yang berilmu beberapa derajat. Orang yang berilmu jauh lebih dihargai daripada orang yang berharta tapi miskin ilmu. Untuk pilihan yang ideal tentunya banyak ilmu, ya banyak harta juga.

Ilmu dalam pandangan Islam adalah Ilmu yang bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Urgensi menuntut ilmu sudah sejak dahulu disampaikan. Dan hukumnya menjadi wajib di kalangan muslim itu sendiri.
Orang yang berilmu akan mudah menguasai dunia. Seperti kita lihat bagaimana orang-orang kafir sekarang dengan mudahnya menguasai dunia, jawabannya adalah karena mereka mempunyai kemampuan ilmu yang lebih dari kita. Mengapa umat Islam sekarang cenderung berada di pinggiran sejarah bukannya menjadi subjek pelaku sejarah malah menjadi objek sejarah yang dengan seenaknya di ubah nasibnya oleh orang-orang yang jauh dari Islam.
Beberapa petikan peristiwa tentang terpuruknya Umat Islam seharusnya dijadikan cambuk bagi kita untuk memperbaiki keadaan umat ini dan kembali merebut kejayaan yang dulu pernah kita miliki.

Dari situ kita berpikir bahwa kemampuan berilmu seseorang harus diimbangi dengan keimanan yang kuat kepada Khaliknya. Dengan ilmu seharusnya menjadi sarana kita untuk lebih dekat lagi denganNya. Mengkaji berbagai ciptaannya akan semakin mendekatkan kita denganNya.

Menuntut ilmu tidak hanya lewat jalur formal saja seperti memasuki sekolah-sekolah dan perguruan tinggi tapi semua lini kehidupan pun dapat dijadikan sebagai sarana kita untuk mempelajari ilmu. Kedekatan kita terhadap orang – orang yang berilmu pun akan menambah wawasan kita ke depan.

Menuntut ilmu tidak hanya ilmu dunia tetapi juga ilmu akhirat. Alangkah ruginya kalau kita hanya merasa cukup dengan apa yang kita dapat hari ini. Perburuan ilmu yang tidak pernah terputus sampai akhir hayat harus tertanam dalam jiwa setiap muslim.

“ Lifelong Learning” harus benar-benar tertanam dalam jiwa kita. Keinginan kita yang kuat untuk terus belajar dan harus lebih baik dari sebelumnya membuat kita bersemangat menjalani kehidupan ini. Ini yang membuat cara pandang kita terhadap hidup akan jauh berbeda daripada orang yang tidak berilmu.

By Afitchan


Labels:

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 7:18 PM   0 comments
Haruskah Pergi dari Negeri ini…??
Tanggal 30 September yang biasanya kita peringati sebagai hari berkabung untuk mengenang kekejaman PKI yang lazim di sebut G 30 S/PKI rupanya telah dilupakan oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Di jalan–jalan, di depan instansi maupun kantor–kantor swasta lainnya tidak tampak dikibarkan bendera setengah tiang. Kebiasaan yang dulu berakar di zaman orde baru kini lenyap sudah hanya dalam waktu beberapa tahun saja, sejak rezim orba itu tumbang dan digantikan dengan orde reformasi. Pergantian kekuasaan telah berlangsung beberapa kali setelah orde baru tumbang. Beberapa nama tokoh telah mengisi kursi kepresidenan dalam waktu lima tahun terakhir ini. Namun, kebijakan–kebijakan yang dihasilkan makin tidak berpihak kepada rakyat yang mengakibatkan kesengsaraan.

Kenaikan BBM merupakan keputusan pemerintah yang mengandung dilema. Di satu pihak murahnya harga BBM kita di pasaran internasional karena sebagian harganya ditekan oleh adanya subsidi pemerintah, telah menyebabkan sebagian orang yang tidak bertanggung jawab menyelundupkan dan kemudian menjualnya ke luar negeri dengan harga yang lebih mahal sesuai dengan harga pasaran dunia saat itu. Dari hasil penyelundupan BBM tersebut, negara dirugikan trilyunan rupiah. Yang seyogyanya uang tersebut dapat dialokasikan untuk pembangunan negeri ini.

Setelah subsidi BBM di cabut, maka harga BBM mengikuti harga pasaran internasional. Sebagian dana subsidi dialihkan kepada rakyat miskin yang menurut data dari BPS (Biro pusat Statistik) berjumlah sekitar 16 juta jiwa. Angka kemiskinan dan setengah miskin didata dengan berpatokan kepada penghasilan mereka yang berjumlah maksimal 150 ribu setiap bulannya. Pemerintah memberi dana bantuan subsidi sebesar 100 ribu perbulannya selama 3 tahun. Upaya tersebut dirasa cukup dan pemerintah menganggap telah memanfaatkan dana subsidi tersebut untuk kepentingan rakyat bukan dilarikan oleh para koruptor itu.

Beberapa orang miskin mengeluhkan dana sebesar itu, untuk kebutuhan selama satu bulan, mustahil cukup, namun sedikit membantu katanya, daripada tidak sama sekali. Ibaratnya “kita memberikan ikan, tidak memberi kail untuk bekal mencari ikan”, begitu ikan habis kita tidak bisa berbuat apapun, namun kalau kita diberi bekal kail dan diajari cara mendapatkan ikan, begitu ikan habis kita bisa mencari ikan berbekal kail tersebut. Namun, kenyataan tidak seindah harapan, kebijakan yang berlaku seperti itulah adanya.

1Oktober 2005 pemeritah mengumumkan kenaikan BBM sebesar lebih dari 50% setelah sebelumnya terjadi antrean panjang di banyak lokasi penyediaan BBM di seluruh Indonesia. Hal ini terjadi karena menghilangnya BBM di pasaran. Kalaupun ada, harganya jauh lebih tinggi. Mungkin, Hari Kesaktian Pancasila telah dimulai, sakti dalam menaikkan harga BBM tanpa melihat betapa sengsaranya rakyat.

Hari pertama kenaikan BBM, aksi demo dan pemogokan sebagian angkutan terus berlangsung. Dalam hal demonstrasi, rupanya pihak pengelola negeri ini telah kebal dengan adanya aksi tersebut. Meskipun jauh hari sebelumnya aksi menentang kenaikan BBM ini telah berlangsung namun pemerintah tetap konsisten untuk menaikkan harga BBM sesuai dengan yang telah diputuskan yakni tanggal 1 Oktober 2005.

Sudah bisa dibayangkan, dampak kenaikan BBM meluas ke segala aspek termasuk harga-harga kebutuhan pokok, sekunder maupun barang-barang mewah, ongkos angkutan sudah barang tentu naik.

Beberapa hari yang lalu, saya melakukan perjalanan ke kota Cirebon, hari kedua pasca kenaikan BBM ongkos bis antar kota Bandung - Cirebon naik sepuluh ribu, pertama saya kaget karena jauh dari yang sebelumnya saya perkirakan, namun saya tidak bisa berbuat apa-apa karena menurut keterangan dari kondektur, ini sudah keputusan dari dinas organda setempat. Saya hanya bisa diam, dan menerima keadaan tersebut dengan terpaksa.

Kejadian lain yang sungguh mengherankan ketika Walikota sebuah kota di Jawa Barat dan Wakilnya mendukung aksi para demonstran untuk menolak kenaikan BBM. Sungguh menggelikan, karena mereka pun bagian dari pemerintahan yang notabene harus mendukung keputusan kenaikan BBM. Seharusnya para demonstan itu jangan senang dulu didukung oleh walikotanya, mereka harus berpikir lebih jauh. Dia tidak semata-mata hanya menolak kenaikan BBM namun banyak kepentingan dibalik itu dengan memanfaatkan peristiwa di mana rakyat mendukung dia. Miris sekali saya melihatnya, untuk memperoleh kekuasaan mereka lakukan segala cara.

Saya tidak tahu lagi nasib negeri ini selanjutnya. Mungkinkah saya harus lari keluar dari negeri ini seperti yang sebelumnya saya ketahui dari sebuah media, ada seorang anak petinggi negeri ini yang punya kepekaan sosial lebih kepada masyarakat miskin. Dia melakukan apapun demi mereka, namun akhirnya dia putus asa karena semua yang telah dia lakukan tidak mengubah apapun. Bahkan jumlah angka kemiskinan semakin banyak, busung lapar di mana-mana, virus flu burung merajalela, jumlah gelandangan dan pengemis bertambah tidak terkontrol. Dia sedih, dan akhirnya pergi dari negeri ini walaupun begitu dicintainya. Kalau saya, dengan apa harus pergi keluar negeri? uang tabungan pun tidak cukup. Mungkin bagi seorang koruptor tingkat tinggi, hal itu mudah saja, apalagi sambil membawa lari uang negara. Saya percaya, mereka jauh berpengalaman dari saya. Dan saya tetap diam di negeri ini sambil menikmati tragedi bangsa ini. Karena aku begitu mencintainya dengan setengah hati.

Pasca kenaikan BBM 1 Oktober 2005
By Afitchan


Labels:

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 6:53 PM   0 comments
Kulihat LKS itu…DAN………
Sekilas saja sudah terlihat lay out nya sangat tidak menarik.
Dengan tinta hitam dan kertas buram dalam setiap lembaran soal yang ada. Terasa ada benarnya kalau anak SD kelas 1 tetangga sebelah saya mengeluh untuk malas belajar. Seandainya aku dalam posisi dia, akupun akan mengeluhkan hal yang sama.

Terlalu banyak materi yang diajarkan dan tidak menyentuh imajinasi anak. Seperti apakah sebenarnya kurikulum yang berbasis kompetensi itu? Biaya sekolah yang mahal, apakah hanya untuk mengerjakan sebuah LKS saja, tanpa menyentuh nilai – nilai potensi logika, potensi berpikir kritis, potensi keingintahuan yang lebih, sehingga kelak anak nanti bisa bertahan di dunia luar, dunia yang sebenarnya akan mereka jalani kelak dewasa nanti.
Kalau melihat kondisi seperti itu, yang terpikir di dalam benakku adalah berdirinya sebuah lembaga pendidikan taman belajar, tempat anak bebas berbuat dan berekspresi sesuai dengan bakatnya, tentunya setelah kemampuan membaca, dan berhitung dikuasai. Masalah nanti menulis tentang apa? Membaca mengenai apa? Dan berhitung bintang di langit sekalipun tidak masalah….
Yang terpenting adalah seorang anak bisa meng”eksplor” rasa keingintahuannya dengan berbagai pengalaman yang menarik yang menjadi harta kehidupannya.

a memoar of a private teacher
By Afitchan

Labels:

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 6:37 PM   0 comments
Monday, December 25, 2006
Kru Beranda Buku/BB Crew
Kesekretariatan :
Kp. Muara no. 37 Rt/Rw 05/07 Kel. Andir, Kec. Bale Endah, Kab. Bandung
40258

Lokasi Perpustakaan :
Jl. Paledang, Kompleks Mesjid Besar Ciparay, Kab. Bandung

Leading Crew :
Manajemen : Iin Indriyani
Kepala Operasional :
Sandi Ariyandi
Donatur tetap (Buku) : Teni N., Erma M., Rina F., Dwi K.
Pembina : Yukni Arifianti, Fitriani Agustin


Head Office:
Muara 37 05/07 Andir, Bale Endah, Bandung, West Java, Indonesia, 40258

Our Outlet Books:
Jl. Paledang, Kompleks Mesjid Besar Ciparay, Kab. Bandung

Leading Crew:
Management : Iin Indriyani
Head of Operational :
Sandi Ariyandi
Donors (Books) : Teni N., Erma M., Rina F., Dwi K.
Directors :
Yukni Arifianti, Fitriani Agustin

Labels:

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 6:51 PM   0 comments
Thursday, December 21, 2006
Outlet Kesederhanaan

Membaca buku adalah mengetahui pemikiran orang, memasuki dunia, memahami peradaban suatu kehidupan. Bersama membaca, menulis adalah komitmen untuk memajukan investasi pemikiran, menyelamatkan dunia, dan melestarikan peradaban kehidupan. Investasi, dunia dan peradaban itu terangkum dalam sebuah impian idealis, sebuah tempat membaca dan menulis, sebuah Pusat Intelektualitas yang bergizi, a Lifelong Learning Leisure, sebuah Perpustakaan.


Antusias menjadikannya dunia dalam cerita, seni, puisi, musik, teater. Penuh gairah menjadikannya sebagai pemenuh rasa ingin tahu, sebagai referensi kegemaran dan ekspresi minat. Secara optimal menjadikannya tempat wisata yang bersahabat, menyenangkan, nyaman, refreshing dan colourful, sebagai klub diskusi, sosialisasi edukatif dan interaksi perenungan. Dengan rasa riang menjadikannya hidup, jauh dari ekslusivitas, aristokrasi dan isolasi. Itulah Beranda Buku, sebuah outlet kesederhanaan, tempat Kau dan Aku menjadi pembelajar sejati.

By Alif


Labels: ,

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 12:38 AM   0 comments
Me, Myself and I

Hubunganmu dengan dirimu sendiri
adalah tempat utama di mana hal yang lainnya akan terbentuk.

Hubungan yang Kau miliki dengan dirimu sendiri merupakan hubungan utama dalam hidupmu. Pusat dari semua unsur yang membangun pengalaman hidupmu-keluarga, teman, hubungan cinta, pekerjaan-adalah dirimu. Kebanyakan orang telah digiringkan kepada mitos bahwa ada seseorang di luar sana yang akan melengkapi separuh hatinya. Paradigma yang membuat kita berpikir bahwa kita tidak sempurna dan membutuhkan pasangan untuk membuat kita lengkap, dan ini memenuhi prasangka sebuah lubang di sindrom jiwa- sebuah inti pikiran yang merasa tidak lengkap yang menggiring pada kesendirian, membutuhkan, dan menyalahkan diri.
Cinta bisa menciptakan segala hal dalam dirimu; bisa memberimu kebahagiaan, membantumu tumbuh, dan membuatmu berkembang dengan cara yang tak pernah mungkin kau bayangkan sebelumnya.


Satu hal yang tak bisa cinta lakukan yaitu menjadikanmu sepenuh hati. Hanya kau sendiri yang bisa membuat dirimu sendiri lengkap.
Mencintai dirimu sendiri adalah cara terbaik untuk belajar bagaimana caranya mencintai. Cinta adalah sebuah tindakan yang memerlukan pemahaman, kemampuan, dan kapasitas tertentu. Dengan berlatih mencintai dirimu sendiri, Kau melatih dirimu sendiri ke tingkat yang lebih tinggi – mencintai orang lain.
Hanya ketika Kau menguasai pemeliharaan semua kebutuhanmu sendiri dengan sukses, Kau akan tahu bagaimana caranya mengembangkan perhatian yang sama terhadap yang lain. Ketika Kau menghargai kebenaran pikiran dan perasaanmu sendiri, Kau bisa mengaplikasikan perhatianmu kepada yang lain. Jika Kau percaya bahwa betapa berharganya dirimu, maka Kau bisa memberikan cinta yang sejati pada yang lain.
Mulai dari dirimu. Kau memiliki hari ini. Kau memiliki; Me, Myself and I. Kau memiliki apa pun yang kau perlukan untuk mencintai dirimu sendiri.

Pustaka : If Love is a Game These are The Rules by Cherie C. Scott

By Alif


Labels: ,

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 12:11 AM   0 comments
Waktu = Belajar

Setiap orang adalah guru. Setiap waktu adalah belajar. Setiap tempat adalah Sekolah


Belajar adalah proses berubah secara konstan yang di dalamnya melahirkan perbaikan yang berkesinambungan, baik secara berpikir, mentalitas maupun prilaku. Belajar adalah kata lain dari ketekunan atau kesungguhan yang mengandung dua kekuatan besar yaitu istimrori (kontinuitas dalam kualitas) serta taddaruj (bertahap).


Setiap pembelajaran yang kita lakukan, bisa mempertahankan kualitas, kuantitas dan kontinuitas suatu perbuatan. Ketiga hal ini harus dirangkum dalam satu kata yaitu kebiasaan/habit. Ia adalah titik temu dari pengetahuan/knowledge (apa dan mengapa), keterampilan/skill (bagaimana), dan keinginan/desire (kemauan). Berarti dengan belajar kita bisa memperbaiki sesuatu, dan suatu perbaikan menimbulkan suatu perubahan.
Harus diingat, bahwa kata perbaikan/belajar itu definisi lainnya adalah membiarkan daerah nyaman (santai/bersenang-senang) kita terganggu. Dengan kata lain kita harus mulai menghapus, minimal mengurangi kebiasaan-kebiasaan negatif kita. Sehingga untuk melakukan perbaikan, tidaklah mudah, karena di dalamnya ada rasa ‘sakit’. Dan rasa sakit itulah yang bisa mendewasakan kita dalam bertindak. Ia adalah jantung dinamika dari suatu perubahan.
Salah satu pujangga barat pun menyebutkan Take time to think; ambil waktu untuk berpikir karena itu sumber dari kekuatan; Take time to read; ambil waktu untuk membaca karena itu dasar dari kebijaksanaan. Kebijaksanaan ini menyiratkan keharusan pengaturan waktu dalam melakukan aktivitas. Sehingga manusia, untuk pemenuhan inti kecerdasannya, haruslah memiliki suatu sistem pengaturan terhadap waktu.
Peluang terdapat pada suatu selang waktu. Selang waktu ini bersifat subjektif. Einstein dalam teori relativitas waktunya, menyebutkan bahwa waktu itu meluas dan menyempit tergantung bagaimana cara kita memanfaatkannya. Waktu terasa berjalan lambat bila kita santai dan bagaikan terbang jika kita sibuk. Pengaturan waktu adalah inti dari penyelesaian masalah-masalah hidup lewat peluang-peluang yang tercipta di dalamnya. Tujuannya memberi pelajaran bahwa waktu bersifat netral, nilainya ditentukan oleh bagaimana kita mengisinya.
Waktu itu menuntut aktivitas hati, lisan, dan perbuatan. Kita harus bisa membedakan kapan saatnya kita bisa berpikir sebagaimana adanya berdasarkan kenyataan dan kapan berpikir sebagaimana seharusnya berdasarkan nilai tertentu. Karena manajemen sebaik apapun takkan berguna jika kita tidak berada di jalur yang benar. Kita harus bisa menentukan akhir dari suatu perbuatan kita, bukan hanya dengan baik tapi juga tepat sasaran. Semua hal tersebut tentunya tidak bisa dilakukan tanpa ada ilmu dan ilmu didapatkan lewat suatu pembelajaran.
Dengan atau tanpa kita, waktu akan terus bergulir. Waktu tak menunggu apa pun dan siapa pun. Setiap detik adalah harga yang terlalu mahal untuk dibiarkan begitu saja tanpa perbuatan tertentu. Satu hal pasti, kita yakin, selama ada waktu, segalanya masih mungkin terjadi. Dan yang menakjubkan, jangan pernah lupa, bahwa dalam hidup, tak pernah ada kata terlambat. Burulah waktu dengan keyakinan untuk melaksanakan hidup yang lebih baik, lebih berarti, setiap saat, dengan segala perubahannya.

Dan, sesungguhnya seorang manusia tidak akan memperoleh selain apa yang diusahakannya. Dan, sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan kepadanya, kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna (QS An-Najm [53]: 39-41).


Sumber Pustaka:
Easy Going No Way; Berpetualang ke Zona Pembelajar; The Winner or The Looser, Izzatul Jannah
Life Goes On, Hikmat Darmawan
Tafsir Al Qur’an Kontemporer, Aam Amiruddin
Tarbawi, edisi 74/2003, 81/2004, 28/2002, 108/2005
The 7 Habits of Highly Effectively People, Stephen R. Covey
Waktu dalam Kehidupan Manusia,Yusuf Qardhawi


By Alif

Labels: ,

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 12:02 AM   0 comments
Wednesday, December 20, 2006
As Delicate As You and Me

Jadikanlah setiap kata-kata yang terucap seperti selimut yang menghangatkan. Mencari kesesuaian adalah tantangan, imbalannya adalah kebahagiaan. Kau dan Aku tak bisa memilih antara mementingkan diri sendiri atau waktu untuk sahabat. Kau dan Aku tidak dapat memiliki kedua-duanya, kecuali dengan mencoba kreatif, terlibat dan fokus. Kau dan Aku adalah bola yang memantul, tak selamanya seiringan, dan kadang di tiap pantulan itu ada rasa sakit. Namun itu bisa memberi energi baru untuk bisa saling memahami apa yang menjadi highlight-nya masing-masing.


Jika Kau melakukan sesuatu dengan rasa Cinta maka Kau akan melakukannya dengan cara yang berbeda. Bahwa tak begitu penting apa yang akan Kau dan Aku lakukan, asal melakukannya bersama-sama maka ada kesempatan untuk masing-masing bisa saling berbagi pengalaman. Di dalamnya ada proses yang memerlukan pola pikir, pandangan-pandangan dan energi. Hubungan seperti ini, menyediakan berbagai kesempatan untuk berkembang. Walau di sisi lain pasti akan diuji. Hal ini memicu terjadinya sebuah evolusi yang akan mengeliminasi kekurangan-kekurangan yang ada pada diri masing-masing untuk menjadi individu yang lebih baik. Komunikasi yang cerdas diiringi rasa saling menghargai akan memelihara hubungan berkembang baik. Selain itu, akan diperlukan juga negosiasi atau introspeksi dalam mengatasi perbenturan-perbenturan perbedaan keinginan yang ada. Dan hal yang sering diremehkan namun merupakan kunci langgengnya suatu hubungan, janganlah masing-masing sampai membuat jenuh satu sama lainnya. Agar kompensasi suatu persahabatan yaitu kebahagiaan, akan tetap terjaga.

Delicate

As delicate
as a dew drops above the land
as the ground yearning for the rain
as the sunlight kisses the blue ocean
as the grass touches by the wind
As delicate as You and Me

By Alif

Labels: ,

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 9:33 PM   0 comments
Novel Grafis; Sebuah Komik Alternatif
Kita semua pasti mengetahui apa itu komik. Tapi di kalangan komunitas pecinta buku, ada yang disebut Novel Grafis (Graphic Novel). Novel Grafis menurut pakarnya adalah komik yang serius, bukan konsumsi anak-anak (walau istilah ini masih kontroversil). Komunikasinya pakai gambar dan tulisan, bukan tulisan doang macam novel, dan bukan komik seperti halnya kebanyakan komik Jepang. Isinya lebih padat dan berupa bacaan serius. Kadang disebut sebagai sebuah karya seni berbentuk lukisan yang ada teksnya.

Novel grafis merupakan penyatuan antara komik sebagai pijakan visual dan laporan/studi akademis sebagai landasan cerita. Komik jenis ini telah menaikkan kelas komik sebagai karya seni realis yang mampu menjadi kajian ilmu pengetahuan. Teknik gambarnya yang tak berwarna, berupa hitam putih dengan garis-garis dan arsirannya yang demikian ekspresif malah mengantarkan pesan berdaya ledak emosi tinggi. Inilah komik (atau buku) alternatif bagi penggemar komik sekaligus penikmat buku-buku bermutu. Sebagai gambaran, kalian bisa membaca dua serial komik yang diterbitkan DAR Mizan; Palestina, Duka Orang-Orang Terusir I & II yang menceritakan kisah perjalanan Joe Sacco (nama pengarangnya) saat bertandang ke Palestina.

By Alif

Labels:

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 9:25 PM   0 comments
Labirin-Labirin Pikiran Billy

Judul: 24 Wajah Billy
Penulis : Daniel Keyes
Penerjemah: Miriasti, Medo Satrio
Penerbit : Qanita (Mizan Grup), 2005

Membaca buku ini, saya mengajak Anda ikut menjelajahi labirin-labirin pikiran Billy, lelaki muda yang menderita dan tak punya kendali atas dunianya sendiri.
Hidup tanpa perenungan tidaklah berarti, begitu kira-kira kata Socrates. Tanpa perenungan, kemampuan untuk mengerti dan memahami, kehidupan yang datang hanya berupa patahan atau pecahan-pecahan pikiran, perasaan, khayalan, kegembiraan, kecemasan, ketakutan bahkan keputusasaan. Hal inilah yang terjadi pada kehidupan Billy. Hidup baginya berupa labirin-labirin, yang kacau balau dan menyesatkan, seakan tanpa tujuan, tanpa arah dan tanpa makna.
Anda tentu bertanya-tanya siapa Billy ini?. Adalah William Stanley Milligan, seorang pemuda yang ditahan atas tuduhan melakukan serangkaian pemerkosaan di kampus Ohio State University pada akhir tahun 1970-an. Dalam proses menyiapkan pembelaannya, para pengacara negara yang ditugasi membela Billy, menemukan sebuah fakta yang mengejutkan bahwa lelaki yang dibelanya ini memiliki kepribadian ganda. Bukan hanya 2, 3 atau empat sosok yang terdapat dalam diri Billy, melainkan 24!

Sosok-sosok kepribadian ini masing-masing unik, di permulaan buku disebutkan satu persatu nama dari sosok-sosok tersebut. Lengkap beserta karakter-karakternya yang beragam dari anak berusia 3 tahun, anak seusia SD, remaja, laki-laki dewasa bahkan sosok perempuan. Sangat menarik, karena Anda akan dibuat heran jika mengetahui sosok mana yang memakai tubuh Billy dalam pemerkosaan yang menyebabkannya ditangkap.
Daniel Keyes, seorang novelis terkemuka yang juga Profesor dalam Bahasa Inggris dan Penulisan Kreatif ini, apik sekali mengungkapkan dinamika kehidupan Billy. Ia ingin Anda tidak hanya membacanya, tapi juga menyelami kehidupan Billy.
Buku yang mendapat nominasi Best True Crime Category Edgar Award oleh The Mistery Writers of America ini, terbagi menjadi tiga bagian utama. Bagian satu, Masa Galau, diawali dari peristiwa tertangkapnya Bily hingga terdiagnosanya kepribadian ganda pada diri Billy. Sampai akhirnya ia dirawat Dr. David Caul yang mendapati sosok ke-24, yang disebut Billy sebagai Sang Guru.
Bagian dua, Menjadi Sang Guru, saat Sang Guru ini menguraikan apa yang dilihat, dipikir, dan dilakukan sosok-sosok lain. Cerita masa kecilnya, beserta peristiwa-peristiwa traumatik yang menyebabkan Billy menjalani keterpecahan kepribadian yang rumit. Di sini Anda diajak untuk melihat bagaimana Billy tumbuh dengan perjuangan habis-habisan, dalam mengarang aneka cerita, membelokkan kebenaran dan memanipulasi berbagai alasan.
Bagian tiga, Usai Kemelut, setelah mendekam di beberapa Rumah Sakit Jiwa, dia dikembalikan ke bawah perawatan Dr. Caul untuk kemudian memulai proses penyembuhannya. Di sini Billy memulai proses perenungan hidupnya. Dia mempelajari dirinya, mengamati fase-fase sosok-sosok lain dalam dirinya, mulai menganggap sosok-sosok lain pada dirinya sebagai kerpibadian dan bukannya orang lain yang tidak bisa dikendalikan.
Di samping kekacauan yang terjadi dalam hidup Billy, tak ketinggalan, penulis pun ingin Anda melihat seberapa cerdasnya beberapa sosok kepribadian Billy. Di tengah-tengah buku ditampilkan beberapa karya sketsa dan lukisan-lukisannya yang sangat indah. Belum lagi, surat-surat pribadi yang menggambarkan perasaan terdalamnya, yang ditulis dengan kaidah bahasa yang cukup bagus. Simak salah satu pernyataannya di halaman 673, “…Kami tahu bahwa sebuah dunia tanpa rasa sakit adalah dunia tanpa perasaan … tetapi dunia tanpa perasaan adalah dunia tanpa rasa sakit”.
Membaca buku berdasarkan riset bertahun-tahun ini, bagaikan membaca buku Psikologi tentang kepribadian ganda. Anda akan mengetahui bagaimana mekanisme dan tanda-tanda khas seseorang yang menderita kepribadian ganda. Asal muasal dan pemicu terjadinya pecahan kepribadian itu. Serta metode penanganan penderita kasus yang dikategorikan dalam Dissociative Disorders ini, suatu gangguan temporal yang menyebabkan gagalnya fungsi memori atau hilangnya kontrol terhadap emosi.
Hal ini pula yang menyebabkan kita, para pembaca awam, agak dibingungkan dengan istilah-istilah Psikologi yang cukup asing, tersebar dalam buku ini. Kita pun akan dibuat mengambang pada akhir kisah, bertanya-tanya apa yang terjadi selanjutnya pada Billy. Apakah dia dinyatakan sembuh total atau sembuh dengan kemungkinan kambuh kembali.
Ketika buku ini pertama kali diterbitkan pun memang mengundang kontroversi, banyak yang percaya Billy benar-benar berkepribadian ganda. Sebagian yang lain menganggap Billy hanyalah seorang aktor yang sangat pintar memerankan tokoh-tokoh rekaannya untuk menghindar dari jeratan hukum yang berat. Terlepas dari kontroversi yang ada, kita memang dipaksa mengetahui fakta sosial yang jarang sekali diketahui umum ini. Di Indonesia sendiri kasus kepribadian ganda seperti ini, ada, walau tidak diketahui pasti data statistiknya.

By Alif


Labels:

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 9:16 PM   0 comments
SEKILAS PROFIL BB/BB At A Glance

Proses Pembelajaran/Learning Process


Membaca merupakan suatu proses pembelajaran, cara yang efektif dalam menginvestasi keadaan di sekeliling kita untuk mengembangkan mental dan pengetahuan kita.
Proses pembelajaran membaca adalah memahami dan memaknai apa yang kita baca sehingga memunculkan antusiasme yang membuat kita memiliki wawasan luas dan kaya perspektif.
Kecintaan membaca identik dengan kecintaan mempelajari hal baru sehingga manusia bisa meningkatkan kualitas dirinya, memiliki kecakapan unggul dalam dunia global yang sarat dan pesat informasi ini.
Proses pembelajaran yang baik adalah Accelerated Learning. Prinsip belajar yang melibatkan seluruh pikiran dan tubuh yang berlangsung pada banyak tingkatan secara simultan; tidak hanya mengumpulkan informasi tapi juga dari mengerjakan pekerjaan itu sendiri.
Penerapan prinsip ini pada perpustakaan adalah dengan menambahkan fungsi perpustakaan sebagai tempat membaca (reading society), dan kegiatan pembelajaran lainnya (learning society). Selanjutnya, perpustakaan akan berfungsi sebagai sarana berekreasi dan berkreasi yang bersifat mendidik dan membudaya, membangun karakter (character building) masyarakat hari ini dan di masa depan.



Budaya Baca/Reading Habits


Kemajuan teknologi hiburan begitu mengkontaminasi minat masyarakat untuk menekuni bacaan dan mengunjungi perpustakaan. Di saat minat tersebut masih rendah dan budaya membaca belum terbentuk di kalangan siswa, pada saat yang sama pula mereka ditawari hiburan beraneka macam. Ini artinya, para siswa langsung berada pada tataran budaya dengar dan lihat, tanpa melewati budaya baca. Keterlanjuran ini mempersulit upaya mengajak siswa kembali pada budaya baca sebagai landasan awal sebuah proses pembelajaran.
Belum membudayanya gerakan membaca ini membuat daya beli buku rendah dan harga buku menjadi relatif mahal. Kenyataan ini tidak menjadi hambatan untuk memulai ke arah perbaikan anggapan tersebut, namun dijadikan motivasi kami di Komunitas Beranda Buku selaku penggiat buku untuk mendirikan Perpustakaan Beranda Buku.
Memang tidak mudah menjadikan perpustakaan sebagai tempat wisata pembelajaran yang bersahabat, menyenangkan, nyaman, serta memudahkan pengaksesan informasi terkini dan lampau. Akan tetapi, kemampuan mengurangi kesan angkuh dan terisolirnya sebuah perpustakaan adalah aksi nyata yang patut disebarluaskan. Perpustakaan Beranda Buku akan digiringkan menjadi sebuah pusat wisata belajar tersebut. Kami percaya keberadaan perpustakaan seperti ini akan menggiatkan minat baca masyarakat. (dari berbagai sumber)


Maksud & Tujuan / Our Goals


- Pusat belajar, sumber pengetahuan, informasi, dan kegiatan budaya.
- Memudahkan masyarakat untuk mendapatkan referensi buku.
- Memupuk dan mengkondusifkan minat baca.
- Menjadikan kegiatan membaca dan kegiatan pembelajaran lainnya sebagai suatu kebiasaan yang menyenangkan. - Meningkatkan potensi dan minat keilmuan masyarakat khususnya generasi muda.


Sasaran/ Targets


Masyarakat umum dari segala bidang dan kalangan, baik itu anak-anak, remaja ataupun dewasa, terpelajar ataupun tidak, kalangan mampu maupun kaum dhuafa.


Koleksi Pustaka/Library Collection


Bahan pustaka yang diprioritaskan dan dibutuhkan diantaranya buku-buku kategori:
Novel, Kumpulan Cerpen, Komik mendidik, Agama, Buku cerita dan dongeng anak, Pengembangan diri, Manajemen, Buku kiat-kiat praktis, Buku literasi berbahasa asing, Buku-buku umum lainnya (IPTEK, seni, biografi, bahasa, sastra, hobi, kamus, keterampilan, jurnalistik dan film, ekonomi, kesehatan, kuliah juga pelajaran).

Operasional/Operational


Fasilitas operasional kami masih terbatas peralatan pendukung operasional lainnya. Jam buka setiap hari. Tutup pada hari libur nasional.



Komunitas/ Community


Lifelong Learning Leisure, itulah slogan kami, sebuah pusat wisata pembelajaran sejati. Kebersamaan kami di komunitas Beranda Buku tercipta dari persahabatan yang melahirkan sebuah kekuatan besar untuk mewujudkan impian menjadi bagian dari gerakan mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Impian ini berwujud nyata sebuah Perpustakaan Beranda Buku. Ini merupakan bukti bentuk kooperasi kami dalam perkembangan budaya literasi di tingkat lokal (kecamatan/kabupaten) untuk mendukung tumbuhnya perpustakaan-perpustakaan komunitas (community libraries) yang belakangan ini telah menjamur di kota-kota besar.


Profil /Profile


Awal perpustakaan berdiri pada pertengahan Desember 2006, kami terletak di Jl. Adipati Agung no 12, Baleendah, kemudian awal Agustus 2007 Beranda Buku menempati lokasi baru yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi pertama. Lokasi yang baru ini lebih luas, nyaman dan lebih representatif dari tempat sebelumnya. Tempat seluas 8x5 meter² ini terletak di Jl. RAA. Wiranakusumah no. 14 RT/RW 06/18, Bale Endah, Kab. Bandung yang kami sewa selama setahun. Biaya sewa ini kami dapatkan melalui pinjaman dari seorang donatur. Ruang ini dibuat lesehan untuk kenyamanan pengunjung yang ingin meminjam dan membaca di tempat. Kemudian lokasi pindah lagi lokasi yang baru, yang awalnya dijadikan sebagai lokasi permanen namun karena terjadi bencana banjir besar pada tahun 2010 maka kami memutuskan untuk memindahkan lagi ke lokasi yang aman pada awal tahun 2012. Lokasi terbaru ini cukup strategis, karena terletak sekitar 100 meter sampai 2 Km dari pusat pendidikan, pemerintahan, pasar tradisional, dan mesjid agung kecamatan. Ini lokasi sekarang.


Program Kerja/Programs

Program kerja umum yang akan terus dilaksanakan hingga kini:

- Kegiatan peminjaman buku dengan harga yang sangat murah, kecuali buku-buku anak dipinjamkan secara gratis.
- Menjalin kerjasama dalam kegiatan-kegiatan selain peminjaman dengan media, penerbit, instansi/ LSM, organisasi pemuda dan kemasyarakatan.
- Menggalang dana/donatur tetap.
- Program waqaf buku di mana masyarakat bisa menyumbangkan buku-buku ke Beranda Buku.
- Menyebarkan informasi dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan Beranda Buku.

Kegiatan-kegiatan tersebut bisa berupa kegiatan harian, mingguan, atau pun insidental. Kegiatan yang telah kami sukses kami lakukan (selain peminjaman buku) berupa bedah karya, temu penulis, pelatihan baca tulis, seminar speed reading, olimpiade sains.


Dana Usaha & Rencana Anggaran /Financial Statements


Saat ini sumber dana Beranda Buku berasal dari dana pribadi para pengurusnya dan kegiatan peminjaman buku dari anggota. Kondisi koleksi dan perlengkapan operasional perpustakaan yang telah tersedia saat ini berasal dari swadaya para pengurusnya. Selanjutnya, honor penjaga perpustakaan dan biaya operasional lainnya baik bulanan maupun tahunan diharapkan berasal dari donator luar. Dana kegiatan-kegiatan lain pun diharapkan berasal dari donatur dan dana tidak tetap seperti dari bazaar buku.
Sistem kegiatan yang dipakai Beranda Buku adalah sistem subsidi silang. Sistem ini memungkinkan penggratisan terhadap hampir seluruh kegiatan yang diadakan Beranda Buku bagi anggotanya, kecuali kegiatan peminjaman buku. Di atas segalanya, semua program Beranda Buku ditujukan tidak hanya bagi kalangan umum yang mampu tapi juga bagi kemaslahatan kaum dhuafa, agar mereka mampu mengembangkan wawasan dan potensinya ---diusahakan--- tanpa mengeluarkan dana sama sekali.



Keterlibatan dan Komitmen/Connection & Commitment

Alhamdulillah, demikian Proposal Perpustakaan Beranda Buku ini kami buat dengan sebaik-baiknya. Proposal ini dibuat untuk mengajak seluruh pihak terlibat dan berkomitmen dalam mendukung usaha-usaha masyarakat terutama generasi mudanya untuk memperbaiki dirinya sendiri dan membawa kontribusi yang sangat besar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kami berharap keterlibatan dan komitmen Anda untuk dapat melengkapi bahan-bahan pustaka dan/atau pengadaan dana taktis operasional. Kami akan melaporkan kembali secara teratur pada Anda, anggaran operasional dan kegiatan serta program kerja kami. Kami pun mengajak Anda untuk sesekali mengunjungi dan melihat kegiatan yang kami adakan atas partisipasi Anda.


Kami Ada Karena Anda/We Here Because of Your There


Keberhasilan pelaksanaan dan pengembangan Beranda Buku tentulah akan terwujud melalui bantuan Anda yang teratur dan berkesinambungan. Kami pun mengharapkan kerjasama ini terjalin secara positif dan terarah sehingga dapat dipertahankan pada masa yang akan datang.

Atas perhatian dan bantuannya kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan Jazaa kumullahu khoirun katsiron. Amin





Labels: ,

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 7:03 PM   0 comments
Laporan Pertanggungjawaban Launching Beranda Buku
“Pembelajar sejati adalah pembelajar sepanjang kehidupan berdetak dalam ribuan
warna musim dengan senyuman ingin tahu Ibrahim menanyakan siapa diri,
menanyakan siapa Tuhannya (Dina)”

1. Dasar Pemikiran
Dalam kehidupan modern saat ini sangatlah sulit untuk memisahkan diri dari pengaruh buku-buku bacaan di mana interaksi sosial dan media komunikasi telah berkembang dengan pesat. Buku dan manusia adalah sebuah interaksi yang unik dan simbiotik. Buku melahirkan orang-orang pandai dan cerdas yang pada akhirnya orang tersebut dapat menghasilkan sebuah karya nyata.
Sementara buku sendiri memerlukan tempat berpijak dan berkembang, di mana komunitas seluruh lapisan masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah dan murah. Tempat itu dinamakan perpustakaan. Buku dan perpustakaan saling membutuhkan dan saling mengisi. Perpustakaan diharapkan dapat menjalankan fungsinya sebagai penggerak dan pendorong tumbuh kembangnya minat baca masyarakat sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kualitas SDM kita.
Belum membudayanya gerakan membaca buku membuat daya beli buku menjadi rendah dan harga buku menjadi relatif mahal. Kenyataan ini tidak perlu menjadi hambatan untuk memulai ke arah perbaikan asumsi tersebut. Namun dijadikan motivasi bagi kami di Komunitas Beranda Buku selaku penggiat buku untuk mendirikan Perpustakaan Beranda Buku.
Dari sinilah kami hendak memulai. Sehubungan dengan program kerja Pengurus Beranda Buku Periode 2007-2009, maka kami mengadakan launching perpustakaan kami. Kami menyusun laporan kegiatan ini sebagai pertanggungjawaban kami.


2. Tujuan Kegiatan
a. Mensosialisasikan Perpustakaan Beranda Buku.
b. Kampanye gemar membaca dan kegiatan literasi lainnya.
c. Membangun paradigma masyarakat mengenai pentingnya membaca

3. Sasaran
Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat umum dari segala bidang dan berbagai kalangan, baik itu anak-anak, remaja ataupun dewasa.

4. Nama Kegiatan
Nama kegiatan ini yaitu:
LAUNCHING PERPUSTAKAAN BERANDA BUKU
Dengan tema:
TAMPIL BEDA DENGAN MEMBACA

5. Waktu dan Tempat
Kegiatan diselenggarakan pada hari minggu tanggal 17 Desember 2006, di Aula SMUN I Bale Endah, Jl. RAA Wiranatakusumah no. 75 Baleendah-Bandung.


6. Susunan Acara
Waktu Kegiatan

08.30-09.00 Registrasi undangan
09.00-09.20 Pembukaan
- Pembacaan Kalam
- Sambutan-sambutan
1. Sambutan Ketua Pelaksana
2. Sambutan Pengurus Beranda Buku
3. Sambutan Pihak SMAN 1 Bale Endah
09.20-09.30 Penjelasan profil Beranda Buku
09.30-11.30 Talkshow ‘Tampil Beda dengan Membaca’
Pemateri :
1. Eva Delva (Praktisi pendidikan anak)
2. M. Irfan Hidayatullah (Ketua FLP)
3. Irfan Amalee (Editor Kepala Pelangi Mizan)
11.30-11.40 Penjelasan program kerja Beranda Buku
11.40.13.30 Hiburan nasyid Tashiru

7. Hasil Talkshow
7.1 Prakata Pihak Beranda Buku
Membaca? Apa nya yang membuat beda? Terlintas sejenak apa saja yang terjadi pada saat kita membaca. Mata sibuk memperhatikan teks dan baris–baris kata yang tertera di dalam buku, sesekali membetulkan letak kacamata yang melorot ke bawah, seberapa menit sekali berganti posisi dari duduk manis, menelungkup, rebahan hingga akhirnya tertidur dengan tumpukan buku berserakan di samping tubuh kita. Ilustrasi di atas memperlihatkan sebagian besar pengalaman kami saat membaca buku.
Pemandangan seperti itu segera berubah setelah kami mengetahui betapa pentingnya memahami sebuah bacaan. Ya, betapa tidak? Membaca ibarat sebuah vitamin pikiran. Membaca dapat mencegah keterlambatan berpikir kalau usia sudah beranjak tua atau yang lazim disebut mencegah kepikunan.
Di dalam pergaulan dan interaksi sosial, buah pikiran hasil dari membaca dapat meningkatkan bargaining position kita di masyarakat. Setidaknya, dalam sebuah diskusi yang bersifat keilmiahan dengan latar belakang pendidikan tertentu ataupun dalam obrolan santai, bekal pikiran kita dari hasil membaca dapat membantu dalam meningkatkan mutu dalam berdiskusi.
Selain itu, membaca yang baik dapat menambah kekayaan dalam menuliskan sebuah pikiran. Membaca berbagai sumber dari mulai bacaan ilmiah, seri pengalaman hidup, seri keagamaan ataupun seri hobi dan keterampilan sama saja dengan membaca pengalaman batin para penulisnya. Saat kita membaca, kita diajak turut serta ke alam para penulisnya sehingga kita bisa memahami apa yang sebenarnya penulis rasakan. Dengan semakin banyak membaca, referensi kita semakin banyak dan dengan sendirinya tulisan kita akan kaya makna. Sehingga pada akhirnya, ketajaman analisis terasah karena setiap referensi mempunyai sudut pandang yang berbeda dan kita mampu memadu padankan beberapa buah pikiran tersebut di dalam satu tulisan.
Membaca bukan saja sebagai hobi dan bahkan sudah menjadi sebuah kebutuhan. Hobi dilakukan dengan senang hati dan di waktu luang. Tetapi, alangkah baiknya kalau kita menganggap membaca adalah sebuah kebutuhan dan hobi yang menyenangkan.
Kita jangan berkecil hati dengan minimnya fasilitas perpustakaan sebagai penyedia buku di negeri ini. Janganlah sebuah keterbatasan itu menghalangi kita untuk berhenti membaca. Ada banyak komunitas khususnya di kota Bandung yang pada tahun-tahun terakhir ini memprioritaskan diri pada penyediaan buku-buku bermutu. Termasuk di dalamnya, adalah wadah komunitas pembelajar sejati, sebuah visi dan tema yang diusung oleh Perpustakaan Beranda Buku. Dengan koleksi yang ada seperti seri novel islami, pengetahuan ilmiah populer, seri pengembangan diri dan motivasi dan beberapa majalah tematis lainnya diharapkan dapat menggugah semangat para pembelajar sejati yang senantiasa haus akan ilmu pengetahuan dan wawasan.
Kami dan beberapa rekan lainnya di Beranda Buku ini menyadari betul akan berbagai kebutuhan buku yang diinginkan, untuk itu kami selalu berusaha menambah koleksi buku terbaru yang beredar di pasaran dengan semampu kami tentunya. Kalaupun pada akhirnya, usaha ini belum memuaskan para pembelajar sejati. Kami anggap ini adalah sebuah proses penyempurnaan yang terus menerus sehingga menghasilkan sebuah karya yang lebih baik dari sebelumnya.
Akhir kata, kami segenap pengurus Beranda Buku mengucapkan ”Selamat menjelajah di luasnya dunia Ilmu di perpustakaan kami yang tidak akan pernah kering dan kita selalu haus karenanya”.

7.2 Resume Talkshow
Membaca adalah proses mencari ilmu. Maka ketika kita akan membaca suatu buku jangan sampai kita apriori dulu atau menerapkan persepsi kita dulu terhadapnya. Karena persepsi kita sering menghalangi kita mencari ilmu dari sebuah buku. Kita baru boleh menerapkan persepsi atau pola pikir sendiri terhadap suatu buku jika kita telah membaca dan memahami pikiran si penulis. Ilmu yang kita dapatkan ini mempunyai akses untuk bisa menyelesaikan setiap permasalahan hidup dari segala sisi. Kita pun akan selalu termotivasi dan berpikir positif dalam menghadapi hidup.
Membaca berarti menabung. Jangan menganggap ketika kita membaca sekarang maka tidak akan berguna nanti. Suatu saat bacaan itu pasti akan bermanfaat. Seperti halnya tabungan, kita menyimpan dan menyimpan terus yang pada akhirnya pasti kita akan memakainya. Maka membaca itu jangan sampai dikalkulasikan. Jadikan lah membaca itu sebagai sebuah kompetisi. Karena pada intinya, begitu banyak hal yang bisa dibaca. Kita membaca teks, sementara teks itu adalah sesuatu yang kita lihat. Dan bisa dibayangkan seberapa banyak yang kita lihat maka sebanyak itu pula yang bisa kita baca.
Mencari ilmu (membaca) dalam buku itu sesuatu yang mahal. Buku merupakan industri yng mahal di Indonesia. Bukan hanya karena secara materi memang buku itu mahal tapi juga karena pola pikir kebanyakan orang Indonesia yang masih menganggap bahwa buku seharga Rp. 100.000,- sangatlah mahal dibandingkan dengan sebuah alat elektronik seharga Rp. 1.000.000. Tapi yang ingin ditunjukkan di sini bukan lah tentang harga, namun kenyataan bahwa kita seharusnya bangga karena kita memilih untuk membaca buku yang ’mahal’ itu. Kita seharusnya bangga karena telah memilih untuk tampil beda dari orang lain umumnya. Karena yang terbiasa membaca buku pasti lah akan beda dengan yang tidak. Kita yang terbiasa membaca berarti terbiasa membaca pikiran-pikiran orang lain, mengetahui apa yang mereka lakukan terhadap permasalahan hidup, melihat dunia mereka.
Jika diuraikan maka membaca buku itu akan mengarahkan kita pada pembentukan pola pikir yang baik. Pola pikir ini akan membentuk suatu kekuatan karakter pada diri kita. Jika ini sudah terbentuk maka kita akan berani membangun mimpi. Membangun mimpi untuk berbuat kebaikan. Ini lah hasil akhir dari suatu proses membaca. Ini lah yang membedakan kita dengan yang lainnya. Maka dari itu beranilah untuk tampil beda dengan membaca.

8. Susunan Kepanitiaan
Penanggungjawab : Yukni Arifianti
Ketua Pelaksana : Teni Nurhaeni
Sekretaris : Rina Fardiana
Bendahara : Tisha Hilmi K.
Divisi Acara : Iin Indriyani, Dina Amalia S.
Divisi Dana Usaha : Fitriani Agustin
Divisi Humas : Irom Muniroh, Sandy
Divisi Perlengkapan : Abung
Divisi Pubdekdok : Yani Kusliani
Konsumsi : Erma Mardiyyah

9. Biaya Pengeluaran
Keterangan Jumlah (Rp)
Penggandaan Proposal 5x@Rp.5000 = 25.000
Telekomunikasi, Transportasi, Surat Menyurat 214.500
Publikasi dan Dokumentasi 83.000
Narasumber (3) 600.000
Nasyid 400.000
Konsumsi Pembicara dan Peserta 70.000
Sewa Kursi (70x@ Rp. 900,-) 63.000
Sound System 300.000
Kebersihan dan Keamanan 20.000
Doorprize+souvenir 110.000
Total 1.985.000

10. Penutup
Alhamdulillah, demikian Laporan Pertanggungjawaban LAUNCHING PERPUSTAKAAN BERANDA BUKU ini disusun. Kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan kegiatan ini tentu dapat direalisasikan dengan kesungguhan bantuan dan donasi baik material maupun spiritual dari berbagai pihak. Atas perhatian dan bantuannya kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan Jazaa kumullahu khoirun katsiron. Amin.


Bandung, Desember 2006

Ketua Pelaksana
Teni Nurhaeni
Sekretaris
Rina Fardiana

Mengetahui,
Ketua Beranda Buku
Iin Indriyani

PJ Beranda Buku
Yukni Arifianti

Labels: ,

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 6:06 PM   0 comments
Thursday, December 07, 2006
Resensi Vitamin "T" nya Hernowo

Hernowo bilang dalam bukunya berjudul “Vitamin T”, sebuah buku motivasi populer bagi mereka yang ingin mengembangkan baca tulis yang menyenangkan, bahwa kegiatan menulis harus dilakukan saat sekarang dan menulis diary adalah latihan awal yang bagus bagi pemula.
Sebenarnya bukan hanya buku tersebut yang menjadi rujukan saya dalam meningkatkan kemampuan “baca tulis”, ada banyak seri buku lainnya yang memberikan inspirasi.
Kemampuan kita membaca sebenarnya bukan hanya mampu membaca huruf dari setiap kalimat – kalimat yang tertera di dalam buku tetapi lebih dari kemampuan membaca pikiran penulis tersebut. Sedangkan kemampuan menulis adalah menuliskan isi dari pikiran kita yang kemudian dituangkan ke dalam sebuah karya pemikiran. Apapun itu, menunjukkan bahwa hasil pemikiran kita dalam sebuah tulisan mencerminkan visi dan misi kita terhadap sesuatu, begitu Hernowo menambahkan dalam bukunya.


Beliau juga memberi gambaran bahwa pelajaran bahasa dan sastra Indonesia yang kita pelajari di sekolah adalah sesuatu hal yang menyenangkan. Bagaimana bisa?? Saat itu pikiran saya terbang ke waktu saya masih sekolah menengah. Saat itu, terus terang saja, pelajaran yang paling saya tidak suka adalah bahasa Indonesia. Alasannya adalah terlalu membosankan, tekstual, monoton. Bagi saya, geografi, matematika dan science lebih menarik ketimbang bahasa Indonesia. Saya ingat waktu itu, guru hanya memberi latihan mengerjakan soal, membaca paragraf dan menyadur puisi dari sebuah buku paket yang berisi semua materi yang diringkas dengan seringkas – ringkasnya. Jelas terasa membosankan sekali karena kita tidak diajak untuk berpikir dan berkarya bebas.
Tetapi, dalam bukunya, Hernowo mengajak kita untuk berpikir berbeda mensikapi pelajaran bahasa Indonesia. Beliau menambahkan bahwa, bermain dengan bahasa adalah sesuatu hal yang mengasyikan. Kita bebas berekspresi dalam sebuah kolom karangan pribadi atau menuliskan pengalaman – pengalaman dan ide – ide kita dalam sebuah artikel sederhana yang menarik. Beliau juga memprotes tentang metoda pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah – sekolah yang terkesan terlalu kontekstual dan sesuai dengan buku panduan.
Dengan mengubah cara pandang berpikir kita, bahasa Indonesia atau yang lebih luasnya adalah ilmu membaca dan menulis literary study akan semakin kreatif dan menarik.

“mengikat makna” setelah membaca buku Hernowo “ Vitamin T” hari ini.

Bandung, Early December 2006
By Afitchan

Labels:

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 1:52 AM   0 comments
Saturday, December 02, 2006
Launching Perpustakaan Beranda Buku
Dear Friends n Rekans,

Berhubung masih pendatang baru dan masih butuh sosialisasi kepada masyarakat. Kami berencana mengadakan sebuah acara "Launching Beranda Buku Library" yang Insya Allah akan kami selenggarakan pada tanggal 17 Desember 2006. Format acara selengkapnya dapat di lihat di bawah ini. Doain ya..semoga acaranya sukses dan lancar. Kami tunggu kritik dan saran yang membangun dari sahabat - sahabat sekalian.


PROYEK PROPOSAL
LAUNCHING PERPUSTAKAAN BERANDA BUKU
1. DASAR PEMIKIRAN
Dalam kehidupan modern saat ini sangatlah sulit untuk memisahkan diri dari pengaruh buku-buku bacaan di mana interaksi sosial dan media komunikasi telah berkembang dengan pesat. Buku dan manusia adalah sebuah interaksi yang unik dan simbiotik. Buku melahirkan orang-orang pandai dan cerdas yang pada akhirnya orang tersebut dapat menghasilkan sebuah karya nyata.
Sementara buku sendiri memerlukan tempat berpijak dan berkembang, di mana komunitas seluruh lapisan masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah dan murah. Tempat itu dinamakan perpustakaan. Buku dan perpustakaan saling membutuhkan dan saling mengisi. Perpustakaan diharapkan dapat menjalankan fungsinya sebagai penggerak dan pendorong tumbuh kembangnya minat baca masyarakat sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kualitas SDM kita.
Belum membudayanya gerakan membaca buku membuat daya beli buku menjadi rendah dan harga buku menjadi relatif mahal. Kenyataan ini tidak perlu menjadi hambatan untuk memulai ke arah perbaikan asumsi tersebut. Namun dijadikan motivasi bagi kami di komunitas beranda buku selaku penggiat buku untuk mendirikan Perpustakaan Beranda Buku.
Dari sinilah kami hendak memulai. Sehubungan dengan program kerja Pengurus Beranda Buku Periode 2007-2009, maka kami akan mengadakan launching perpustakaan kami.

2. TUJUAN KEGIATAN
a. Mensosialisasikan Perpustakaan Beranda Buku.
b. Kampanye gemar membaca dan kegiatan literasi lainnya.
c. Membangun paradigma masyarakat mengenai pentingnya membaca

3. SASARAN
Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat umum dari segala bidang dan berbagai kalangan, baik itu anak-anak, remaja ataupun dewasa.

4. NAMA KEGIATAN
Nama kegiatan ini yaitu:
“LAUNCHING PERPUSTAKAAN BERANDA BUKU”
Dengan tema:
Tampil Beda Dengan Membaca

5. BENTUK KEGIATAN
a. Talk show tentang gemar membaca dan menulis.
b. Hiburan nasyid.
Susunan acara terlampir.

6. WAKTU DAN TEMPAT
Kegiatan diselenggarakan pada hari minggu tanggal 17 Desember 2006, di Aula SMUN I Bale Endah, Jl. RAA Wiranatakusumah no. 75 Baleendah-Bandung.

7. SUSUNAN KEPANITIAAN

Penanggungjawab :Yukni Arifianti
Ketua Pelaksana :Teni Nurhaeni
Sekretaris :Rina Fardiana
Bendahara :Tisha Hilmi K.
Divisi Acara :Iin Indriyani, Dina Amalia S.
Divisi Dana Usaha :Fitriani Agustin
Divisi Humas :Irom Muniroh, Erma Mardiyyah
Divisi Perlengkapan :Firman Fauzan, Sandy
Divisi Pubdekdok :Yusnita Ramadhan
Konsumsi : Dian

8. ANGGARAN BIAYA

- Penggandaan Proposal :5x@Rp. 5000 = 25.000
- Telekomunikasi dan Surat Menyurat = 200.000
- Publikasi dan Dokumentasi = 400.000
- Narasumber (3) = 750.000
- Nasyid = 350.000
- Konsumsi Pembicara = 45.000
- Sewa Tempat = 500.000
- Sound System = 300.000
- Kebersihan dan Keamanan = 100.000
- Transportasi Operasional = 400.000
- Biaya Tak Terduga = 400.000
Total =3.470.000

9. PENUTUP
Alhamdulillah, demikian Proyek Proposal LAUNCHING PERPUSTAKAAN BERANDA BUKU ini disusun. Kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan kegiatan ini tentu dapat direalisasikan dengan kesungguhan bantuan dan donasi baik material maupun spiritual dari berbagai pihak. Atas perhatian dan bantuannya kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan Jazaa kumullahu khoirun katsiron. Amin.

Bantuan dan donasi dana dapat disampaikan melalui:
No. Rek. 0070207211 BSM Cab.Bandung a.n. Yukni Arifianti

Bandung, November 2006

Ketua Pelaksana
Teni Nurhaeni
Sekretaris
Rina Fardiana
Mengetahui,
PJ Beranda Buku
Yukni Arifianti
Ketua Beranda Buku
Iin Indriyani

Labels: ,

Baca Semua...
posted by Beranda Buku @ 11:11 PM   0 comments

Dukung Gerakan Literasi Kami/Support our Literacy Movement
Kunjungi blog kami secara regular. Berikan komentar/Visit this site regularly. Please leave a comment
Kirimkan donasi Anda berupa buku2, finansial atau sarana/Send your donation, books, financial and/or other library inventories
Donasi dapat dialamatkan ke SINI /Send your donation HERE

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Comment Please!!
Name :
Web URL :
Message :


Blog Perpustakaan

Archives
Menu
Friends & Associates
Templates by
Free Blogger Templates

Pembelajar sejati adalah pembelajar sepanjang kehidupan berdetak dalam ribuan warna musim dengan senyuman ingin tahu Ibrahim menanyakan siapa diri, menanyakan siapa Tuhannya . A lifelong learner is a learner for as long as his/her heartbeat still in a thousand of color of seasons with a smile of Abraham asks who he is, asking who his lord is.