Beranda Buku

Wednesday, December 27, 2006
Kulihat LKS itu…DAN………
Sekilas saja sudah terlihat lay out nya sangat tidak menarik.
Dengan tinta hitam dan kertas buram dalam setiap lembaran soal yang ada. Terasa ada benarnya kalau anak SD kelas 1 tetangga sebelah saya mengeluh untuk malas belajar. Seandainya aku dalam posisi dia, akupun akan mengeluhkan hal yang sama.

Terlalu banyak materi yang diajarkan dan tidak menyentuh imajinasi anak. Seperti apakah sebenarnya kurikulum yang berbasis kompetensi itu? Biaya sekolah yang mahal, apakah hanya untuk mengerjakan sebuah LKS saja, tanpa menyentuh nilai – nilai potensi logika, potensi berpikir kritis, potensi keingintahuan yang lebih, sehingga kelak anak nanti bisa bertahan di dunia luar, dunia yang sebenarnya akan mereka jalani kelak dewasa nanti.
Kalau melihat kondisi seperti itu, yang terpikir di dalam benakku adalah berdirinya sebuah lembaga pendidikan taman belajar, tempat anak bebas berbuat dan berekspresi sesuai dengan bakatnya, tentunya setelah kemampuan membaca, dan berhitung dikuasai. Masalah nanti menulis tentang apa? Membaca mengenai apa? Dan berhitung bintang di langit sekalipun tidak masalah….
Yang terpenting adalah seorang anak bisa meng”eksplor” rasa keingintahuannya dengan berbagai pengalaman yang menarik yang menjadi harta kehidupannya.

a memoar of a private teacher
By Afitchan

Labels:

posted by Beranda Buku @ 6:37 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 

Dukung Gerakan Literasi Kami/Support our Literacy Movement
Kunjungi blog kami secara regular. Berikan komentar/Visit this site regularly. Please leave a comment
Kirimkan donasi Anda berupa buku2, finansial atau sarana/Send your donation, books, financial and/or other library inventories
Donasi dapat dialamatkan ke SINI /Send your donation HERE

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Comment Please!!
Name :
Web URL :
Message :


Blog Perpustakaan

Menu
Friends & Associates
Templates by
Free Blogger Templates

Pembelajar sejati adalah pembelajar sepanjang kehidupan berdetak dalam ribuan warna musim dengan senyuman ingin tahu Ibrahim menanyakan siapa diri, menanyakan siapa Tuhannya . A lifelong learner is a learner for as long as his/her heartbeat still in a thousand of color of seasons with a smile of Abraham asks who he is, asking who his lord is.