Beranda Buku

Wednesday, December 27, 2006
Lifelong Learning


“Ikatlah Ilmu dengan menuliskannya”, begitulah pertama kali kulihat kata-kata tausiyah yang membuat semangat bagaimana urgensinya memiliki dan menyebarkan ilmu yang kita miliki kepada saudara-saudara kita seiman.

Berbagai ide dan kreativitas yang ada dalam diri kita tidak akan berguna bila kita tidak menyampaikannya kepada orang lain. Beberapa kalangan yang enggan membagikan ilmu yang dimilikinya menganggap ilmu yang disampaikannya kepada orang lain akan menimbulkan saingan baru baginya, sungguh itu merupakan pandangan yang sangat keliru, justru dengan mengamalkan ilmu maka akan bertambah pemahaman kita akan ilmu tersebut dan tidak akan hilang karenanya.


Masyarakat yang berilmu baik itu dari kalangan muslim maupun dari kalangan di luar muslim sekalipun akan terangkat derajatnya. Allah telah mengingatkan di dalam salah satu ayatnya yang kurang lebih intinya adalah Allah akan mengangkat orang-orang yang berilmu beberapa derajat. Orang yang berilmu jauh lebih dihargai daripada orang yang berharta tapi miskin ilmu. Untuk pilihan yang ideal tentunya banyak ilmu, ya banyak harta juga.

Ilmu dalam pandangan Islam adalah Ilmu yang bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Urgensi menuntut ilmu sudah sejak dahulu disampaikan. Dan hukumnya menjadi wajib di kalangan muslim itu sendiri.
Orang yang berilmu akan mudah menguasai dunia. Seperti kita lihat bagaimana orang-orang kafir sekarang dengan mudahnya menguasai dunia, jawabannya adalah karena mereka mempunyai kemampuan ilmu yang lebih dari kita. Mengapa umat Islam sekarang cenderung berada di pinggiran sejarah bukannya menjadi subjek pelaku sejarah malah menjadi objek sejarah yang dengan seenaknya di ubah nasibnya oleh orang-orang yang jauh dari Islam.
Beberapa petikan peristiwa tentang terpuruknya Umat Islam seharusnya dijadikan cambuk bagi kita untuk memperbaiki keadaan umat ini dan kembali merebut kejayaan yang dulu pernah kita miliki.

Dari situ kita berpikir bahwa kemampuan berilmu seseorang harus diimbangi dengan keimanan yang kuat kepada Khaliknya. Dengan ilmu seharusnya menjadi sarana kita untuk lebih dekat lagi denganNya. Mengkaji berbagai ciptaannya akan semakin mendekatkan kita denganNya.

Menuntut ilmu tidak hanya lewat jalur formal saja seperti memasuki sekolah-sekolah dan perguruan tinggi tapi semua lini kehidupan pun dapat dijadikan sebagai sarana kita untuk mempelajari ilmu. Kedekatan kita terhadap orang – orang yang berilmu pun akan menambah wawasan kita ke depan.

Menuntut ilmu tidak hanya ilmu dunia tetapi juga ilmu akhirat. Alangkah ruginya kalau kita hanya merasa cukup dengan apa yang kita dapat hari ini. Perburuan ilmu yang tidak pernah terputus sampai akhir hayat harus tertanam dalam jiwa setiap muslim.

“ Lifelong Learning” harus benar-benar tertanam dalam jiwa kita. Keinginan kita yang kuat untuk terus belajar dan harus lebih baik dari sebelumnya membuat kita bersemangat menjalani kehidupan ini. Ini yang membuat cara pandang kita terhadap hidup akan jauh berbeda daripada orang yang tidak berilmu.

By Afitchan


Labels:

posted by Beranda Buku @ 7:18 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 

Dukung Gerakan Literasi Kami/Support our Literacy Movement
Kunjungi blog kami secara regular. Berikan komentar/Visit this site regularly. Please leave a comment
Kirimkan donasi Anda berupa buku2, finansial atau sarana/Send your donation, books, financial and/or other library inventories
Donasi dapat dialamatkan ke SINI /Send your donation HERE

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Comment Please!!
Name :
Web URL :
Message :


Blog Perpustakaan

Menu
Friends & Associates
Templates by
Free Blogger Templates

Pembelajar sejati adalah pembelajar sepanjang kehidupan berdetak dalam ribuan warna musim dengan senyuman ingin tahu Ibrahim menanyakan siapa diri, menanyakan siapa Tuhannya . A lifelong learner is a learner for as long as his/her heartbeat still in a thousand of color of seasons with a smile of Abraham asks who he is, asking who his lord is.